Marga Zhong Bidik Kolaborasi Budaya Tionghoa-Betawi, Rudy Lesmana Buka Peluang Kerja Sama

Spread the love

JAKARTA, Nusantarabicara.com -– Perkumpulan Marga Zhong Indonesia membuka peluang kolaborasi kebudayaan Tionghoa dan Betawi sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Nasional (Munas) Pertama Perkumpulan Marga Zhong Indonesia, Rudy Lesmana, saat diwawancarai awak media di sela-sela Munas pertama di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Rudy mengatakan, kolaborasi lintas budaya menjadi salah satu peluang yang ingin dijajaki organisasi. Menurutnya, pertemuan tradisi Tionghoa dan Betawi dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarkelompok masyarakat.

Ia menegaskan, pelestarian kebudayaan merupakan salah satu tujuan penting pembentukan Perkumpulan Marga Zhong Indonesia. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga mendorong generasi muda agar mengenal, mengembangkan, dan meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.

Untuk merealisasikan gagasan itu, Rudy menilai komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perlu diperkuat. Ia berharap terbuka ruang dialog untuk membahas bentuk kerja sama yang dapat diwujudkan melalui kegiatan kebudayaan bersama.

Rudy juga menegaskan bahwa orientasi kerja sama organisasi berada pada bidang sosial dan kebudayaan, bukan politik praktis. Perkumpulan, kata dia, ingin membangun hubungan konstruktif dengan berbagai pihak demi kepentingan masyarakat luas.

Selain kebudayaan, Rudy melihat peluang pengembangan kerja sama ekonomi di antara anggota. Jaringan persaudaraan yang kuat dinilai dapat menjadi modal untuk berbagi informasi, memperluas kesempatan usaha, dan saling mendukung dalam kegiatan ekonomi yang produktif.

Menurutnya, latar belakang keluarga dan kebudayaan bukan penghalang bagi anggota untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kerja sama dan mendorong kesejahteraan bersama.

Melalui Munas pertama, Perkumpulan Marga Zhong Indonesia diharapkan dapat merumuskan arah organisasi yang lebih terstruktur, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, serta menyusun program yang memadukan pelestarian budaya, penguatan persaudaraan, dan pemberdayaan ekonomi.

Rudy berharap perkumpulan tersebut tidak hanya menjadi wadah pemersatu keluarga besar Marga Zhong, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi terpeliharanya keberagaman, persatuan, dan kemajuan Indonesia. (Ardendi)

Tinggalkan Balasan