Kab Bandung, Nusantara Bicara -– Peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Assurur, Kecamatan Pameungpeuk Kab.Bandung, berlangsung penuh khidmat dan kehangatan kebersamaan.
Acara yang berlangsung pada Selasa malam 25 Agustus ini, menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara jajaran Pemerintah Daerah, tokoh agama, dan masyarakat pesantren setempat.

Hadir dalam kegiatan Camat Pameungpeuk,
Agus Hindar Ruswanto S. STP., M.Si. Dalam sambutanya, dirinya menekankan esensi pengakuan ikatan emosional dan spiritual. Mengambil analogi hubungan personal dan kemasyarakatan, menyampaikan bahwa kedekatan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses membangun keterikatan batin (chemistry) yang saling menguatkan.
”Sebagaimana kita mengaku sebagai umat Nabi Muhammad SAW, harapan besar kita adalah beliau juga mengenali kita di akhirat kelak serta memberikan syafaatnya kepada seluruh jajaran pengabdi dan santri,” ujar Camat Agus.
Pada kesempatan tersebut, Camat Agus menyampaikan permohonan maap, yang mana pada acara ini Pak Bupati tidak bisa hadir dikarenakan ada kegiatan yang lain. Dirinya menegaskan komitmen Pemerintah Daerah terhadap sektor pendidikan. Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan pendidikan karakter di lembaga formal maupun non-formal, termasuk di lingkungan pesantren.
Camat Agus menjelaskan, terdapat tiga pilar muatan lokal (mulok) utama yang menjadi fokus penyelarasan program pendidikan di Kabupaten Bandung, seperti pendidikan Kebangsaan Pendalaman nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 agar generasi muda tidak kehilangan akar sejarah perjuangan bangsa.
Selain itu ada Keagamaan (Tahfiz), Penguatan tradisi menghafal dan mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan
pelestarian budaya lokal terkait pembiasaan dan penguasaan Bahasa serta Budaya Sunda sebagai kearifan lokal yang wajib dilestarikan, ungkapnya.
Dalam kehadirannya, camat Agus menyampaikan apresiasi khusus kepada para santri Pondok Pesantren Assurur atas penampilannya yang memukau dalam menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
” Saya berharap kedepannya kemampuan bahasa asing para santri dipadukan dengan kepiawaian berbahasa Sunda, sehingga melahirkan generasi yang global namun tetap berakar kuat pada budaya lokal,” ujarnya.
Pada acara peringatan Maulid Nabi ini saya juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pagelaran ini.
Selain itu, ucapan terima kasih mendalam disampaikan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Assurur atas kontribusi aktifnya dalam mendukung program-program kemasyarakatan.
“Selama ini, Pesantren Assurur senantiasa membuka diri dan memfasilitasi berbagai kegiatan daerah, seperti penyediaan sarana upacara Peringatan HUT ke-RI tanggal 17 Agustus, hingga menjadi tuan rumah berbagai perlombaan keagamaan, seni, dan olahraga tingkat Kecamatan. Kehadiran dan peran aktif Pondok Pesantren Assurur terbukti menjadi salah satu pilar utama dalam memajukan kualitas pendidikan dan moral masyarakat di wilayah Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung,” pungkasnya. (Wandha)