Nusantara Bicara, Jakarta -– PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan penjualan sebesar Rp654 miliar atau tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor produk perikanan ke berbagai negara tujuan.
Dalam Paparan Publik 2026 yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/6/2026), manajemen DSFI menyampaikan bahwa perusahaan saat ini telah mengekspor produknya ke lebih dari 20 negara di dunia.
Direktur DSFI menjelaskan, pasar utama ekspor perseroan masih didominasi Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara Asia.

Untuk mendukung penetrasi pasar global, perusahaan telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional, antara lain FDA untuk pasar Amerika Serikat, BRCGS yang banyak digunakan pembeli di Eropa, serta berbagai sertifikasi keberlanjutan dan rantai pasok yang menjadi persyaratan pelanggan ritel internasional
Manajemen PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) mengungkapkan optimisme terhadap ketersediaan bahan baku ikan pada tahun 2026 setelah berhasil menjalin kerja sama pasokan di wilayah Sumatera dan meningkatkan produksi di kawasan selatan Pulau Jawa.
Direktur Perseroan menjelaskan, kontrak kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan dukungan signifikan terhadap kebutuhan bahan baku pabrik, khususnya untuk komoditas tuna dan sejumlah jenis ikan ekspor lainnya.
“Kami telah mengamankan kerja sama pasokan ikan di wilayah barat, khususnya Sumatera. Selain itu, ada peningkatan produksi dari wilayah selatan Jawa yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan bahan baku secara lebih signifikan,” ujar manajemen.
Terkait kemungkinan aksi korporasi, DSFI menyatakan hingga saat ini belum memiliki rencana pasti untuk melakukan aksi korporasi tertentu. Namun demikian, perusahaan tetap membuka berbagai peluang strategis yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Menurut manajemen, opsi penambahan modal maupun peluang akuisisi tetap menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan apabila dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan memperkuat posisi bisnis Perseroan.
“Hingga saat ini belum ada rencana aksi korporasi yang ditetapkan. Namun kami tetap terbuka terhadap berbagai peluang yang dapat mendukung pertumbuhan usaha, termasuk kemungkinan penambahan modal ataupun akuisisi yang sesuai dengan strategi perusahaan,” jelasnya.
Siapkan Penguatan Merek Produk Olahan
Dalam kesempatan yang sama, DSFI juga mengungkapkan strategi pengembangan bisnis produk olahan yang akan menjadi salah satu fokus pertumbuhan pasar domestik.
Perseroan saat ini memiliki dua merek utama, yakni Magenta dan Daruma. Merek Magenta selama ini digunakan untuk pasar ekspor, terutama Amerika Serikat, sementara Daruma telah dikenal di pasar Jepang.
Ke depan, kedua merek tersebut juga akan diperkuat untuk pemasaran produk olahan di pasar domestik.
Manajemen menjelaskan, produk olahan DSFI memiliki keunggulan karena menggunakan 100 persen bahan baku ikan hasil proses fillet yang berkualitas tinggi, tanpa menggunakan bahan pengawet.
Produk-produk tersebut antara lain bakso ikan, nugget ikan, kaki naga, dan berbagai produk olahan seafood lainnya.
“Keunggulan produk kami adalah menggunakan bahan baku ikan berkualitas dari hasil fillet, bukan surimi. Selain itu, produk diolah tanpa bahan pengawet sehingga menawarkan kualitas dan nilai gizi yang lebih baik,” kata manajemen.
Perseroan meyakini diferensiasi produk tersebut dapat menjadi kekuatan untuk bersaing di pasar domestik yang saat ini telah diisi oleh berbagai pemain industri makanan olahan berbasis ikan.
Untuk mendukung penetrasi pasar, DSFI akan memperkuat distribusi, pemasaran, serta kampanye merek guna meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk-produk olahan yang dipasarkan perusahaan. (PS)