JAKARTA, Nusantarabicara.com — Bertempat di ajang pameran Heatech 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, PT Sinergi Teknik Abadi (STA) kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi energi ramah lingkungan di industri manufaktur nasional.
Produsen spesialis sistem boiler dan dust collector ini meluncurkan solusi Biomass Boiler serta teknologi Dual-Fuel guna menjawab kebutuhan efisiensi dan regulasi keberlanjutan (sustainability) di Indonesia.
Keikutsertaan STA pada edisi Heatech kali ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring bisnis serta menjangkau ekosistem industri yang lebih luas.

“Ini kali kedua kami berpartisipasi setelah pameran dua tahun lalu. Kami merasakan manfaat besar dari ajang ini untuk bertemu langsung dengan pelanggan, pemasok, dan para pemangku kepentingan guna menumbuhkan ekosistem bisnis STA,” ujar Steven Timotius, perwakilan manajemen PT Sinergi Teknik Abadi, di sela-sela pameran (3/11/2026).
Optimisme Sektor Industri Makanan dan Kelapa Sawit
Memasuki tahun 2026 dan proyeksi tahun mendatang, PT STA memandang iklim industri di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat positif. Pertumbuhan pesat terutama terlihat di sektor food & beverage (F&B), general industry, serta industri pengolahan kelapa sawit (palm oil).
Data Kementerian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi pada sektor-sektor tersebut. Hal ini mendorong permintaan akan sistem pembangkit uap (steam boiler) yang andal, efisien, dan memenuhi kualifikasi standar lingkungan.
Keunggulan Biomassa: Residu Rendah dan Ramah Lingkungan
Sebagai respon atas regulasi energi terbarukan dan target Net Zero Emission 2060, PT STA memfokuskan lini produk utamanya pada Biomass Boiler. Mengutip proyeksi 5 tahun ke depan, transisi dari bahan bakar batu bara ke biomassa (biomass) mengalami percepatan signifikan akibat beberapa keunggulan teknis:
- Efisiensi Pengolahan Limbah Abu: Penggunaan batu bara umumnya menghasilkan residu abu berkisar 10%–15%. Pada skala penggunaan 500 ton batu bara per bulan, abu yang dihasilkan dapat mencapai lebih dari 50 ton. Sebaliknya, biomassa hanya menghasilkan abu rata-rata di bawah 5%, sehingga menjaga kebersihan lingkungan operasional pabrik.
- Ketersediaan Pasokan dan Harga: Melimpahnya produsen dan pemasok biomassa dari kawasan Kalimantan dan Sumatera membuat pasokan kian terjamin dengan harga yang makin terjangkau.
- Kesesuaian Lokasi Pabrik: Banyak fasilitas manufaktur berdiri di area semi-industri. Pengurangan polusi debu biomassa sangat membantu menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar serta memenuhi kepatuhan regulasi lingkungan.
Sukses Mengubah Mindset di Sektor Perikanan lewat Teknologi Dual-Fuel
Selain sektor F&B dan sawit, PT STA juga berhasil menerapkan solusi energi bersih di sektor pengolahan perikanan. Salah satu implementasi tersukses dilakukan pada pabrik pengolahan ikan tuna di Bali.
Sebelumnya, pabrik tersebut menggunakan boiler batu bara konvensional non-STA dengan anggapan bahwa bahan bakar biomassa sulit didapatkan. PT STA hadir memberikan solusi melalui pengadaan Boiler Dual-Fuel yang mampu mengonsumsi batu bara sekaligus biomassa.
“Kini pabrik tuna di Bali tersebut sudah menjalankan pola operasional 50% biomassa dan 50% batu bara. Kami membuktikan bahwa pasokan biomassa sangat mudah diakses, sehingga secara bertahap merubah mindset pelaku usaha untuk beralih penuh ke energi ramah lingkungan,” jelas Steven Timotius.
Target Growth 20% dan Integrasi Rantai Pasok
Hingga saat ini, PT STA mencatatkan portofolio pemasangan lebih dari 350 unit kombinasi sistem boiler dan perangkat pendukung di seluruh Indonesia.
Untuk menjaga daya saing dan menampung lonjakan permintaan, perusahaan melakukan ekspansi kapasitas produksi pada tahun ini dengan menambah unit mesin presisi serta perluasan area pabrik. Langkah ini dilakukan demi mencapai target pertumbuhan bisnis minimal 20% dalam 3 hingga 5 tahun ke depan.
Tidak hanya bertindak sebagai manufaktur peralatan industri (meliputi Engineering, Fabrication, EPC, Thermal Oil Heater, Dust Collector, hingga Kiln Dryer), PT STA kini juga memperkuat integrasi rantai pasok melalui lini bisnis perdagangan bahan bakar biomassa (trading biomass fuel) yang berpusat di Surabaya.
Langkah end-to-end ini menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar bagi seluruh konsumen pengguna boiler STA di tanah air, sekaligus mempercepat adopsi energi hijau pada sektor manufaktur nasional, tuturnya. (Red)