JAKARTA, NUSANTARABICARA.COM – Upaya modernisasi dan peningkatan efisiensi industri gula nasional terus didorong melalui adopsi teknologi serta keandalan rantai pasok mesin permesinan modern. Hal tersebut ditegaskan oleh PT Golden Pratama Gemilang dalam keikutsertaannya pada ajang pameran pameran industri internasional yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada 3–5 November 2026.
Sales Manager PT Golden Pratama Gemilang, Anditya Hardiyanto P, mengungkapkan bahwa pihaknya telah konsisten menjadi mitra dan penyedia (vendor) mesin pabrik gula di Indonesia sejak tahun 1994. Hingga saat ini, lebih dari 165 unit mesin sentrifugal (centrifuge) telah terpasang di berbagai pabrik gula skala nasional.
”Kami sudah melayani industri pabrik gula sejak tahun 1994 sebagai penyedia mesin dan vendor. Sampai hari ini, kurang lebih sudah ada 165 unit mesin yang kami pasang di berbagai pabrik gula, termasuk di unit-unit yang berada di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN),” ujar Anditya saat ditemui di lokasi pameran, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
clear bahwa PT Golden Pratama Gemilang memegang keagenan resmi untuk pasar Indonesia bagi sejumlah prinsipal mesin internasional ternama, salah satunya adalah Sugro (Broadbent). Salah satu teknologi unggulan yang dipasok adalah mesin centrifuge atau yang populer disebut oleh insan pabrik gula lokal sebagai “mesin putaran”.
Mesin centrifuge ini memegang peranan krusial dalam tahap akhir pemrosesan gula, yaitu memutar dan memisahkan larutan nira cair hingga mengkristal menjadi butiran gula pasir.
Edukasi dan Alih Teknologi
Selain memasok unit mesin, Anditya menekankan pentingnya pelayanan purna jual dan alih teknologi secara menyeluruh kepada para pengguna di lapangan. Pihaknya memberikan pelatihan penanganan (handling), pelepasan (dismantling), hingga perawatan rutin agar teknisi pabrik dapat mandiri dalam mengoperasikan permesinan tersebut.
”Setiap order yang diberikan kepada kami selalu kami imbangi dengan pelayanan terbaik. Mulai dari edukasi pemeliharaan, cara melepas, hingga penanganan teknisnya kami ajarkan agar tim di lapangan bisa menguasainya secara mandiri,” tambahnya.
Dorong Efisiensi di Tengah Tantangan Teknologi Kuno
Mengulas kondisi industri gula nasional, Anditya mengakui bahwa sebagian besar pabrik gula di Indonesia memiliki sejarah panjang yang diwarisi sejak era kolonial Belanda. Meski nilai historisnya sangat tinggi, tantangan terbesar saat ini adalah melakukan modernisasi agar proses produksi dapat berjalan lebih efisien.
Melalui ajang pameran ini, PT Golden Pratama Gemilang berkomitmen untuk terus memperkenalkan inovasi permesinan terkini yang berfokus pada efisiensi energi dan peningkatan daya hasil produksi (yield).
”Teknologi pemrosesan gula itu berkembang sangat pesat. Harapan kami melalui pameran ini adalah agar para pelaku dan pengelola pabrik gula dapat lebih mengenal teknologi terkini yang jauh lebih efisien. Mengubah pola pikir dari penggunaan teknologi lama ke teknologi baru memang membutuhkan waktu dan pendekatan yang tepat, namun ketika efisiensinya sudah terbukti, hasilnya akan sangat dirasakan oleh industri gula kita,” pungkas Anditya. (P)