Nusantara Bicara, Jakarta — TNI AL ternyata punya cara tersendiri untuk mengisi waktu di sela-sela patroli mengawal perbatasan negara. Alih-alih sekadar berlayar, unsur Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II sengaja menggelar latihan di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dalam latihan multiperan ini, kapal perang (KRI) TNI AL langsung pasang aksi. KRI Bung Hatta-370 dan KRI Teluk Kupang-519, mendadak bermanuver lincah membentuk formasi tempur di tengah lautan.
Latihan yang berlangsung pada Selasa (26/5) ini seketika mencekam saat helikopter antikapal selam jenis Eurocopter AS565 Panther dengan nomor lambung HS-1302 menderu rendah. Helikopter tersebut bersiap melakukan simulasi medical evacuation atau penyelamatan medis darurat lewat udara.
Skenarionya, seorang prajurit di KRI Teluk Kupang-519 mendadak kritis dan nyawanya terancam. Kondisi ini menuntut pilot helikopter HS-1302 bergerak kilat melawan embusan angin laut yang berputar demi menjemput korban, lalu menerbangkannya ke KRI Bung Hatta-370 yang berfasilitas ruang operasi dan dokter spesialis.
Komandan Guspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, membeberkan alasan penting di balik keputusan menggelar latihan taktis ini di tengah misi patroli aktif.
“Meskipun saat ini kami sedang mengemban operasi, latihan seperti ini harus tetap dilaksanakan secara konsisten. Ini penting untuk mendongkrak kesiapan seluruh unsur alutsista dan prajurit, sehingga kami senantiasa siap menghadapi segala bentuk dinamika tugas di lapangan,” tegas Endra, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (27/5).
Endra menambahkan, pengasahan kemampuan terbang helikopter secara terintegrasi dengan kapal perang merupakan hal krusial yang tidak bisa ditawar.
“Latihan ini sengaja didesain untuk mempertajam kemampuan terbang helikopter dalam mendukung operasi penerbangan di kapal perang. Target akhirnya jelas, yakni mendongkrak profesionalisme sekaligus kesiapsiagaan penuh seluruh prajurit saat mereka bertugas di laut,” pungkasnya. (Agus)