Capt Suwondo, Ini Susunan Pengurus APBMI Jakarta 2022-2027

Spread the love

Jakarta, Nusantarabicaracom — Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta, masa bhakti tahun 2022-2027, secara resmi telah dikukuhkan pada 27 Oktober 2022 oleh Ketua Umum DPP APBMI Juswandi Kristanto.

Pengukuhan tersebut dalam acara rangkaian Rakernas APBMI tahun 2022, di Danau Toba-Parapat Sumatera Utara yang digelar sejak 26-28 Oktober 2022.

Pengesahan/Pengukuhan DPW APBMI DKI Jakarta 2022-2027 itu tertuang dalam Surat Keputusan DPP APBMI No: 029/SK-APBMI/X/2022 yang ditandatangani Ketua Umum DPP APBMI Juswandi Kristanto dan Sekretaris Umum Capt AJD.Korompis MM, MBA, MSc.

“Kami akan terus meningkatkan sinergi dan harmonisasi kemitraan dengan BUP/badan usaha pelabuhan atau Pelindo di Tanjung Priok Jakarta,” ujar Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, Capt Suwondo, didampingi Sekretaris Umum Erwan Mulyana, dalam jumpa persnya di kantor APBMI DKI, pada Senin Sore (31/10/2022).

Saat ditanya soal program kedepan, Suwondo menjabarkan berbagai rencana yang akan dilakukan sebagai nakhoda APBMI DKI lima tahun mendatang.

Pertama, meningkatkan peran aktif anggota untuk eksistensi perusahaan bongkar muat (PBM) di pelabuhan, sehingga usaha PBM lebih kondusif di pelabuhan.

Kedua, menciptakan hubungan harmonis dan saling menghargai antara, PBM, regulator dan operator sebagaimana amanat PM 59/2021 dan UU 17/2008 tentang Pelayaran.

Ketiga, terus mendorong untuk melakukan diklat kompetensi SDM Perusahaan Bongkar Muat (PBM) anggota APBMI DKI Jakarta supaya mereka dapat meningkatkan kinerjanya sehingga trust BUP kepada PBM semakin meningkat.

Keempat, mempertahankan harmonisasi dan kolaborasi skema sharing PBM dan BUP di Pelabuhan Tanjung Priok yang selama ini merupakan satu hak yang sudah disepakati oleh BUP dan PBM.

Ditegaskan Suwondo, selama ini kolaborasi BUP dan PBM di Pelabuhan Tanjung Priok sudah on the track. Oleh sebab itu, dia bertekad terus meningkatkan persatuan untuk eksistensi PBM. Disamping itu meningkatkan peran aktif anggota, harmonisasi serta mendengarkan suara dari bawah, profesionalisme anggota dan meningkatkan sertifikasi kompetensi SDM PBM serta iklim kerja yang harmonis.

“Intinya kolaborasi PBM dan BUP adalah hal mutlak yang mesti dilakukan,” tegas Suwondo. (Agus)

Tinggalkan Balasan