<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suara Tokoh &#8211; Nusantarabicara.com</title>
	<atom:link href="https://nusantarabicara.com/category/suara-tokoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nusantarabicara.com</link>
	<description>Menyajikan Berita Yang Mencerahkan Dan Mencerdaskan Insan Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2026 12:00:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2025/12/cropped-Untitled-design-32x32.png</url>
	<title>Suara Tokoh &#8211; Nusantarabicara.com</title>
	<link>https://nusantarabicara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aktivis Pemuda Papua Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Dorong Penuntasan Kasus Penembakan Jayawijaya</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/aktivis-pemuda-papua-apresiasi-satgas-damai-cartenz-dorong-penuntasan-kasus-penembakan-jayawijaya/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/aktivis-pemuda-papua-apresiasi-satgas-damai-cartenz-dorong-penuntasan-kasus-penembakan-jayawijaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 12:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15702</guid>

					<description><![CDATA[Jayapura, Papua, Nusantarabicara.com -– Aktivis Pemuda Papua Rando Rudamaga mengapresiasi kinerja Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan di&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Jayapura, Papua,  Nusantarabicara.com</em></strong>  -–  Aktivis Pemuda Papua Rando Rudamaga mengapresiasi kinerja Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan di sejumlah wilayah Papua. Hal tersebut disampaikannya pada Jumat (16/9).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rando mengatakan, Satgas Damai Cartenz telah bekerja maksimal dalam menjaga keamanan di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya selaku aktivis pemuda Papua sangat mengapresiasi terhadap Satgas Damai Cartenz yang sudah bekerja dengan maksimal menjaga keamanan di Provinsi Papua, Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah,” ujar Rando.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan tokoh pemuda di Papua untuk memberikan dukungan terhadap upaya yang dilakukan Satgas Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mengajak seluruh masyarakat dan juga tokoh pemuda yang ada di Papua agar bersama-sama memberikan dukungan penuh kepada kerja-kerja yang dilakukan Satgas Damai Cartenz dalam rangka memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang kemudian setiap saat melakukan aktivitas di tempat tinggal masing-masing,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rando turut meminta Polri dan TNI untuk segera menuntaskan berbagai kejadian keamanan yang terjadi di Tanah Papua. Ia menyoroti insiden penembakan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya dan berdampak terhadap masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya sebagai kader GMKI sekaligus aktivis pemuda Papua cukup prihatin karena saudara perempuan yang terkena tembak merupakan salah satu kader GMKI Tanah Kupang. Untuk itu kami minta Polri dan TNI segera menuntaskan permasalahan ini. Kita tidak bisa melihat Tanah Papua bergejolak terus, kasihan orang yang tidak bersalah jadi korban dengan cara tidak manusiawi,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Rando mengapresiasi kinerja Satgas Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan membangun hubungan dengan masyarakat di Papua dan sekitarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami juga memberikan apresiasi kepada tim Satgas Damai Cartenz yang bekerja melalui pendekatan humanis kepada masyarakat dan dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Papua, Papua Pegunungan maupun Papua Tengah,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rando berharap dukungan masyarakat dan tokoh pemuda terhadap upaya menjaga keamanan dapat terus diperkuat sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (P)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/aktivis-pemuda-papua-apresiasi-satgas-damai-cartenz-dorong-penuntasan-kasus-penembakan-jayawijaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tuna Indonesia Siap Mendunia, ATTEC Dorong Perdagangan Berkelanjutan dan Kolaborasi Anak Muda</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/tuna-indonesia-siap-mendunia-attec-dorong-perdagangan-berkelanjutan-dan-kolaborasi-anak-muda/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/tuna-indonesia-siap-mendunia-attec-dorong-perdagangan-berkelanjutan-dan-kolaborasi-anak-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:31:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15684</guid>

					<description><![CDATA[Sekjen ATTEC Rama Auwines menilai produk tuna nasional perlu mengedepankan prinsip sustainable dan traceable agar semakin bersaing di pasar global.&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sekjen ATTEC Rama Auwines menilai produk tuna nasional perlu mengedepankan prinsip sustainable dan traceable agar semakin bersaing di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Nusantarabicara.com, Jakarta, 17 September 2026 </strong></em>– Industri tuna Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing di pasar global melalui pengembangan perdagangan yang berkelanjutan, dapat ditelusuri, serta didukung kolaborasi berbagai pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penilaian itu disampaikan Sekretaris Jenderal Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC), Rama Auwines, dalam kegiatan bertema “Indonesian Tuna Sustainable, Traceable &amp; Ready for the Global Market” di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rama, keikutsertaan pelaku usaha dalam kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum memperluas akses pasar dan perdagangan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita ke sini punya gawe Pemda DKI. Tapi tentunya DKI ini bagian dari Indonesia. Harapannya dapat meningkatkan perdagangan Indonesia. Tahun lalu angkanya cukup signifikan dan transaksi yang terjadi juga cukup berhasil,” ujar Rama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan perdagangan dan pameran tidak lepas dari proses kurasi peserta. Menurutnya, pelaku usaha yang mengikuti kegiatan telah melalui kurasi, sehingga produk dan bisnis yang ditampilkan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang ikut rata-rata adalah anggota yang sudah dikurasi oleh Pemda DKI dan mereka ikut pameran di sini. Jadi memang sudah diperhatikan dan dipersiapkan,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dorong Anak Muda Manfaatkan Peluang Usaha</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain aspek perdagangan, Rama menilai pameran dan forum bisnis berperan penting membuka peluang bagi generasi muda. Ia menyebut efisiensi anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan tidak seharusnya menghilangkan tujuan menciptakan dampak ekonomi, terutama bagi anak muda yang kreatif dan mampu membangun usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap event pasti punya target, salah satunya bagaimana mendapatkan pekerjaan dan membuka peluang bagi anak-anak muda. Karena anak-anak muda sekarang sangat kreatif dan bisnisnya juga berkembang,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rama, kreativitas generasi muda dapat menjadi modal penting untuk membangun usaha baru apabila mendapatkan ruang, akses, serta kesempatan berkolaborasi dengan dunia usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita mencari sisi positifnya, banyak sekali yang bisa kita lihat bersama dari anak-anak muda di Jakarta. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menambah peluang untuk kolaborasi dan kerja sama, sehingga mereka bisa mendirikan usaha yang lebih baik lagi,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai Ketua Pelaksana ATTEC 2026, Rama berharap seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentunya kami berharap acara ini sukses dan bisa memberikan yang terbaik, memberikan kontribusi baik untuk Jakarta maupun Republik Indonesia,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda menjadi salah satu kunci memperkuat ekosistem perdagangan Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, Indonesia diharapkan semakin mampu memperkenalkan produk unggulan nasional, termasuk komoditas tuna, dengan mengedepankan prinsip sustainable, traceable, dan siap bersaing di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan ekosistem ini sekaligus menjadi peluang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar produk Indonesia, serta menciptakan kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda. (P)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/tuna-indonesia-siap-mendunia-attec-dorong-perdagangan-berkelanjutan-dan-kolaborasi-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APKARINDO Desak Pemerintah Bentuk BPDP dan Selamatkan Nasib Petani</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/apkarindo-desak-pemerintah-bentuk-bpdp-dan-selamatkan-nasib-petani/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/apkarindo-desak-pemerintah-bentuk-bpdp-dan-selamatkan-nasib-petani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:36:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15516</guid>

					<description><![CDATA[​Jakarta, Nusantarabicara.com &#8212; Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) menyuarakan alarm bahaya atas terpuruknya industri karet nasional. Jika tidak ada langkah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><br><strong>​Jakarta,  Nusantarabicara.com</strong>  &#8212; Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) menyuarakan alarm bahaya atas terpuruknya industri karet nasional. Jika tidak ada langkah strategis dan intervensi kebijakan dari pemerintah, Indonesia yang memiliki luas lahan karet terkemuka berisiko menjadi negara pengimpor karet di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>​Peringatan keras tersebut disampaikan langsung oleh Irfan Ahmad, Ketua umum DPP APKARINDO (2026–2031), usai gelaran Diskusi Nasional Bersama Petani Karet yang berlangsung di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian RI, Jakarta.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="573" data-id="15518" src="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001926647-1024x573-1.jpg" alt="" class="wp-image-15518" srcset="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001926647-1024x573-1.jpg 1024w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001926647-300x168-1.jpg 300w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001926647-768x430-1.jpg 768w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001926647-1536x860-1.jpg 1536w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001926647-2048x1147-1.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">​&#8221;Karet ini berada di posisi paling bawah secara taraf hidup dan ekonomi. Ini menjadi PR besar kami di APKARINDO untuk diperjuangkan. Jangan sampai komoditas lain disentuh dan diperhatikan oleh pemerintah, sementara karet kita tersisihkan dan tidak terurus,&#8221; tegas Irfan Ahmad saat diwawancarai awak media, pada acara Diskusi Nasional APKARINDO:<br>​Tanggal &amp; Lokasi: Senin, 14 September 2026 di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian RI, Jakarta. Dengan Narasumber<br>​Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P. (Kepala Badan PPSDMP Kementan RI),<br>​Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc. (Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI),<br>​Asep Saipul Muslim (SVP Strategi Penjualan &amp; PP PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan<br>​Moderator: Kaharuddin HSN DM S.Si (Ketua Harian DPP APKARINDO).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Irfan Ahmad memaparkan.<br>​Posisi Indonesia Tergeser ke Peringkat Tiga Dunia, jelasnya. Ia membeberkan realita pahit mengenai penurunan drastis kinerja ekspor karet alam Indonesia. Pada periode 2024–2025, nilai ekspor karet Indonesia merosot hingga ke angka Rp50 triliun, jauh menurun dibandingkan masa keemasannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Kondisi ini membuat posisi Indonesia dalam peta industri karet dunia kian terperosok. Indonesia yang sebelumnya mengokohkan diri sebagai produsen karet terbesar nomor dua di dunia, kini terlempar ke posisi ketiga setelah tergeser oleh Pantai Gading (Ivory Coast), sementara posisi puncak masih dipegang oleh Thailand.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>​&#8221;Apa ceritanya kalau ke depan Indonesia sampai impor karet? Padahal kita punya luas lahan yang sangat besar dan jumlah petani yang sangat banyak. Bahan karet alam ini tidak tergantikan untuk industri vital seperti ban motor dan mobil. Jika dipaksa menggunakan karet sintetis, tingkat kerawanannya sangat tinggi terhadap panas,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<br>​Sebagai solusi konkret, APKARINDO mendesak pemerintah untuk segera memasukkan komoditas karet ke dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Melalui skema ini, dana dihimpun dari potongan bea ekspor karet dan produk turunannya. Langkah ini dipandang ideal karena tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Irfan menyebut, Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (GAPKINDO) telah menyatakan persetujuan terhadap skema bea ekspor ini demi menyelamatkan pasokan bahan baku pabrik yang kini kian menipis akibat produktivitas hulu yang anjlok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Dana yang terkumpul di BPDP nantinya dikembalikan penuh ke sektor hulu untuk program peremajaan pohon (replanting), penyediaan pupuk, serta pembenahan lahan produktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Irfan menjelaskan, langkah ini menjadi ​Target Jangka Panjang untuk<br>mendorong lahirnya Badan Karet Nasional dalam dokumen RJPMN layaknya struktur kelembagaan komoditas karet di Thailand guna mengejar ketertinggalan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Tidak hanya menuntut pemerintah, Apkarindo juga terus melakukan Penguatan Struktur dan Edukasi Mutu serta  melancarkan konsolidasi internal untuk membenahi industri karet dari akar rumput, jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​ APKARINDO bertekad terus memperkuat struktur kepengurusan dari tingkat pusat, daerah, hingga ke tingkat desa di sentra-sentra perkebunan karet nasional. serta memberikan Edukasi kepada Petani karet dan meningkatkan Kualitas Karet. APKARINDO juga berkomitmen mendampingi petani agar memproduksi karet bersih berkualitas tinggi serta menghentikan praktik perusakan mutu (seperti mencampur bahan karet dengan batu atau kawat). Dengan mutu yang terjaga, harga jual karet di tingkat petani otomatis akan terangkat, terangnya. (P)<br>​</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/apkarindo-desak-pemerintah-bentuk-bpdp-dan-selamatkan-nasib-petani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ida Pandita Putra Bhirudksa: Pemimpin Harus Hadir Mencari Solusi, Bukan Sekadar penghimpun Masalah</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/ida-pandita-putra-bhirudksa-pemimpin-harus-hadir-mencari-solusi-bukan-sekadar-penghimpun-masalah/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/ida-pandita-putra-bhirudksa-pemimpin-harus-hadir-mencari-solusi-bukan-sekadar-penghimpun-masalah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 11:05:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15456</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Nusantarabicara — Tokoh keagamaan Hindu, Ida Pandita Putra Bhirudksa, memberikan tanggapan terhadap gagasan yang tertuang dalam dua buku karya&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Nusantarabicara</strong>  — Tokoh keagamaan Hindu, Ida Pandita Putra Bhirudksa, memberikan tanggapan terhadap gagasan yang tertuang dalam dua buku karya Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, yakni Tandur Taru Urip dan Pancekterke Manifesto Pemikiran tentang Transformasi PHD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ida Pandita Putra Bhirudksa, berbagai persoalan yang muncul di tengah kehidupan organisasi maupun komunitas semestinya tidak berhenti pada upaya mengidentifikasi masalah. Persoalan tersebut perlu dikaji secara bersama-sama untuk menemukan akar permasalahan sekaligus merumuskan jalan keluar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai, setiap individu maupun organisasi tentu memiliki persoalan masing-masing. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana persoalan tersebut dijadikan bahan kajian untuk menghasilkan solusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Persoalan-persoalan itu akan semakin mengkristal, makin jelas, dan tentu yang paling utama diharapkan adalah bagaimana bersama-sama duduk mencari solusi,” ujar Ida Pandita Putra Bhirudksa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, proses pencarian solusi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan latar belakang kemampuan dan keahlian yang berbeda. Potensi yang dimiliki setiap orang, menurutnya, dapat disatukan untuk melihat sebuah persoalan secara lebih utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semua kita, dalam pribadi maupun dalam organisasi maupun komunitas, pasti ada persoalan-persoalan. Bagaimana persoalan itu dijadikan kajian untuk menemukan apa akar persoalannya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah akar persoalan ditemukan, lanjut dia, langkah berikutnya adalah duduk bersama untuk menentukan jalan keluar. Setiap orang dapat memberikan kontribusi berdasarkan kelebihan dan kompetensinya masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang punya kelebihan di bidang A, B, C, D, kumpul di situ. Melihat masalah ini, lalu apa way out-nya, jalan keluarnya. Itu kan tugas kita mencari jalan keluar,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks kepemimpinan, Ida Pandita Putra Bhirudksa menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya tidak hanya pandai mengidentifikasi atau penghimpun berbagai masalah yang ada. Pemimpin justru dituntut mampu menawarkan gagasan dan alternatif penyelesaian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemimpin itu harus banyak menemukan solusi-solusi. Kalau hanya menghimpun masalah, itu bukan pemimpin. Adanya masalah masalah, biar yang lain yang menyampaikan,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, ketika seorang pemimpin telah mendengar berbagai persoalan dari masyarakat atau anggota organisasi, langkah selanjutnya adalah merumuskan solusi. Meski solusi yang disampaikan belum selalu bersifat sangat spesifik, gagasan tersebut tetap dapat menjadi bahan pemikiran bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Begitu pemimpin mendengar, solusi-solusinya gimana? Beliau memberikan beberapa solusi-solusi itu juga, walaupun belum spesifik,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ida Pandita Putra Bhirudksa Daksa juga memahami bahwa gagasan tersebut muncul dari seseorang yang selama ini tidak secara langsung berada dalam struktur kepengurusan. Karena itu, menurutnya, berbagai pemikiran yang ditawarkan tetap perlu dilihat sebagai gagasan positif yang dapat dikembangkan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Beliau tidak duduk di kepengurusan selama ini. Jadi mudah-mudahan saja ada harapan kita,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyinggung kemungkinan Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana menjadi salah satu kandidat dalam proses demokratisasi organisasi keumatan Hindu ke depan. Namun, ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme demokratis yang akan berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Beliau menjadi salah satu umat, salah satu kandidat nanti. Tapi secara demokratis kita, nanti akan ada dalam Sibu 13.000. Siapapun nanti terpilih,” kata Ida Pandita Putra Bhirudksa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, terlepas dari siapa yang nantinya terpilih, gagasan dan pemikiran yang muncul tetap memiliki nilai positif dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membangun organisasi ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemikiran-pemikiran ini tentu hal positif. Siapapun nanti bisa memakai,” pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap gagasan tentang pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada solusi dapat menjadi semangat bersama dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi dan kehidupan umat. Dengan duduk bersama, mengurai akar masalah, serta menggabungkan berbagai potensi yang ada, persoalan diharapkan tidak hanya menjadi bahan perdebatan, tetapi dapat melahirkan langkah nyata dan jalan keluar. (Agus)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/ida-pandita-putra-bhirudksa-pemimpin-harus-hadir-mencari-solusi-bukan-sekadar-penghimpun-masalah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Kongres HMI dan Munas Kohati, Ketua Umum Kohati Dorong Regenerasi HMI Harus Berbasis Gagasan</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/jelang-kongres-hmi-dan-munas-kohati-ketua-umum-kohati-dorong-regenerasi-hmi-harus-berbasis-gagasan/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/jelang-kongres-hmi-dan-munas-kohati-ketua-umum-kohati-dorong-regenerasi-hmi-harus-berbasis-gagasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 10:49:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15408</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, Nusantarabicara — Ketua Umum Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI, Sri Meisista, menegaskan bahwa Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, Nusantarabicara</strong>  —  Ketua Umum Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI, Sri Meisista, menegaskan bahwa Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Musyawarah Nasional (Munas) Kohati merupakan dua agenda penting yang tidak dapat dipisahkan dalam proses regenerasi organisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Pernyataan tersebut disampaikan Sri Meisista seusai menjadi narasumber dalam diskusi Indonesia Strategy Forum bertema “Tantangan HMI dan Kongres HMI yang Pragmatis”, di Abeto Resto, Menteng, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Menurut Sri, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Kongres PB HMI dan Munas Kohati berjalan sesuai dengan prinsip serta nilai-nilai organisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Kongres dan Munas ini adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Terkait dengan hal-hal yang dipersiapkan, tentunya kami sedang mengupayakan dan mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan selama proses Kongres maupun Munas,” ujar Sri.<br>Ia mengatakan, kader-kader Kohati bersama HMI saat ini tengah melakukan berbagai persiapan menghadapi pelaksanaan Kongres dan Munas di Lampung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Namun, di tengah proses tersebut, Sri menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi. Menurutnya, PB HMI harus tetap berdiri secara independen serta berpegang teguh pada prinsip independensi dan etika organisasi.<br>“Saya sebagai Ketua Umum Kohati pun menjamin bahwa kita masih tetap berpegang teguh pada integritas dari seorang kader HMI, khususnya kader perempuan,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br><strong>Regenerasi Tak Sekadar Pergantian Kepemimpinan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Terkait sosok yang diharapkan muncul dalam proses regenerasi HMI, Sri menilai kader yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan harus memiliki kapasitas intelektual sekaligus gagasan yang mampu membawa perbaikan bagi organisasi.<br>Menurut dia, regenerasi tidak boleh sekadar dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan, tetapi harus menjadi momentum untuk menghadirkan kader yang memiliki visi dan kontribusi nyata bagi masa depan HMI.<br>“Regenerasi juga harus kita persiapkan berdasarkan intelektualitasnya dan berdasarkan apa yang dia bawa untuk memperbaiki dan mengisi organisasi ini ke depannya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Kohati Klaim Internal Organisasi Stabil<br>Sementara itu, Sri menyebut kondisi internal Kohati PB HMI hingga saat ini berada dalam keadaan stabil. Ia menegaskan, Kohati tetap menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan di lingkungan HMI, termasuk dalam menjaga moralitas dan proses perkaderan kader perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Kondisi internal di Kohati saya rasa stabil sampai hari ini. Karena kita masih berpegang teguh pada prinsip organisasi perempuan di Himpunan Mahasiswa Islam, yaitu sebagai penjaga moralitas dari kader-kader perempuan se-Indonesia,” jelasnya.<br>Sri menyebut Kohati memiliki posisi strategis dalam proses perkaderan HMI. Ia bahkan menggambarkan Kohati sebagai “rahim pergerakan” yang turut melahirkan generasi-generasi baru di tubuh HMI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Karena itu, Kohati terus melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap proses perkaderan, mulai dari tingkat pusat, cabang hingga komunitas. “Sampai hari ini Kohati PB HMI masih melaksanakan fungsinya dengan sangat baik dalam mengawal perkaderan yang ada di bawah Kohati se-Indonesia,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br><strong>Perempuan, Pendidikan hingga Lingkungan Jadi Fokus</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Lebih lanjut, Sri mengungkapkan sejumlah isu yang menjadi perhatian Kohati PB HMI. Isu tersebut meliputi persoalan perempuan, sosial, kesehatan, pendidikan, gender, isu global hingga lingkungan hidup.<br>Kohati, kata dia, tidak hanya mengawal isu perempuan di ruang publik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan yang terjadi di internal organisasi, khususnya terkait moralitas kader perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Kami juga sering turun dalam pengawalan isu-isu, terutama isu perempuan. Memang banyak isu perempuan di luar sana, namun beberapa kesempatan kami fokuskan ke perempuan yang ada di internal HMI itu sendiri, yakni menjaga moralitas kader,” tuturnya. Untuk isu lingkungan, Kohati juga memiliki bidang khusus yang melakukan kajian dan respons terhadap berbagai persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan banjir bandang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br><strong>Kohati Dorong Solidaritas Kader Saat Bencana</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Tak hanya berkutat pada isu organisasi, Kohati PB HMI juga menjalankan aksi sosial melalui gerakan solidaritas untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.<br>Sri mencontohkan mobilisasi kader dari berbagai cabang di Indonesia untuk membantu korban bencana di sejumlah daerah, termasuk Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Terbaru, Kohati juga memfasilitasi kader-kader di sejumlah cabang yang berada di sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah. “Salah satu aksi yang kami lakukan adalah aksi solidaritas. Bagaimana bisa memobilisasi seluruh teman-teman cabang di Indonesia agar bersama-sama membantu saudara-saudara kita,” ungkap Sri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Menurutnya, gerakan solidaritas tersebut menjadi bagian dari upaya Kohati untuk memastikan keberadaan organisasi tidak hanya dirasakan dalam ruang perkaderan, tetapi juga hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Sri Meisista menjadi salah satu narasumber dalam diskusi Indonesia Strategy Forum bersama Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., H. Nuzran Joher, S.Ag., M.Si., Muchlis Tapi Tapi, S.Ag., M.H., dan Syukur Mandar. (PS)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/jelang-kongres-hmi-dan-munas-kohati-ketua-umum-kohati-dorong-regenerasi-hmi-harus-berbasis-gagasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Tionghoa Indonesia Emas (PTIE) Dorong Pemberdayaan Perempuan</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/perempuan-tionghoa-indonesia-emas-ptie-dorong-pemberdayaan-perempuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 12:10:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=14953</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, Nusantarabicara -– Perempuan Tionghoa Indonesia Emas (PTIE) terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, Nusantarabicara</strong>  -–  Perempuan Tionghoa Indonesia Emas (PTIE) terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus membuka peluang agar produk-produk lokal Indonesia semakin dikenal di pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat tersebut terlihat dalam keikutsertaan PTIE pada 2026 China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo yang berlangsung di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ajang tersebut, PTIE memberikan ruang bagi sejumlah pelaku UMKM binaan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dan calon pasar yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum Perempuan Tionghoa Indonesia Emas (PTIE) Elisabeth Majuyetty, yang akrab disapa Emma, mengatakan keikutsertaan UMKM perempuan dalam pameran tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang peningkatan penjualan dan kesejahteraan para pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Harapannya semua produksi dari perempuan-perempuan bisa dikenal, ramai, laris, sehingga bisa menyejahterakan anggota UMKM ,” ujar Emma saat ditemui di booth PTIE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Emma, produk-produk UMKM Indonesia memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas, termasuk ke pasar China. Ia melihat kerja sama dan hubungan antara Indonesia dan China dapat menjadi momentum untuk saling memperkenalkan produk serta membuka kesempatan baru bagi pelaku UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita saling bekerja sama, saling memperkenalkan. Kita juga ingin semua produk Indonesia mereka kenal, mereka tahu,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beragam produk UMKM ditampilkan di booth PTIE. Produk yang hadir antara lain kulit ikan, kerupuk kulit, kacang bawang, siomay, serta aneka arem-arem dengan pilihan isian telur, oncom, dan ayam. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan kopi produksi sendiri, kue gabus, mochi dengan berbagai rasa, hingga nastar gepeng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM perempuan tidak hanya berkutat pada satu jenis usaha. Produk makanan tradisional dan olahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal sekaligus mencari peluang agar dapat berkembang ke pasar yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Emma menyebutkan, dalam program pembinaan yang dijalankan, terdapat sekitar 30-an pelaku UMKM yang telah ikut serta. Namun, karena keterbatasan ruang pameran, pada kesempatan kali ini sekitar enam pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk menampilkan produknya secara langsung di booth PTIE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Tjin Tjin mengatakan salah satu tantangan yang tengah dihadapi UMKM adalah kesiapan menuju ekosistem usaha digital. Karena itu, proses pembinaan dilakukan secara bertahap, termasuk membantu memastikan kelengkapan berbagai perizinan yang diperlukan oleh pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, ke depan UMKM PTIE akan dikelompokkan berdasarkan jenis produk yang dikembangkan, seperti makanan maupun kerajinan tangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, keikutsertaan kali ini juga menjadi momentum khusus karena UMKM makanan mendapat kesempatan untuk tampil secara lebih terarah. Sebelumnya, peserta UMKM dalam kegiatan serupa lebih banyak berasal dari berbagai jenis usaha yang ditampilkan secara bercampur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PTIE berharap partisipasi dalam pameran tersebut dapat memberikan pengalaman sekaligus membuka akses pasar baru bagi para pelaku UMKM. Semakin banyak masyarakat dan calon konsumen mengenal produk mereka, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semakin ramai, teman-teman UMKM juga semakin senang, semakin dikenal. Targetnya semoga semakin laris, jadi semakin maju,” kata Tjin Tjin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai organisasi yang menjadi wadah bagi perempuan Tionghoa di Indonesia, PTIE berfokus pada pemberdayaan perempuan, penguatan kebersamaan, aksi sosial, serta pelestarian keragaman budaya Tionghoa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping perannya di PTIE, Elisabeth Majuyetty juga aktif menjabat sebagai Kepala Departemen Komunikasi, Informasi, Budaya, dan Pariwisata di Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui berbagai kegiatan tersebut, PTIE terus mendorong perempuan untuk semakin produktif, mandiri, dan mampu membawa produk Indonesia lebih jauh ke pasar global. (PS)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedagang di Luar Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Akses jadi Perhatian</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/pedagang-di-luar-pasar-kramat-jati-bakal-direlokasi-akses-jadi-perhatian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 15:10:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=14487</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Nusantara bicara &#8212; Aktivitas pedagang ikan dan pedagang kaki lima (PKL) di luar kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur,&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta,  Nusantara bicara</strong>  &#8212;  Aktivitas pedagang ikan dan pedagang kaki lima (PKL) di luar kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, bakal ditata ulang. Perumda Pasar Jaya tengah menyiapkan langkah relokasi pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar untuk diarahkan masuk ke dalam kawasan yang telah disediakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penataan tersebut menjadi perhatian setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pelajar berusia 18 tahun, Hammamshidqi Hammamut, pada Senin (17/8) lalu. Kejadian itu turut mendorong pemerintah untuk melihat kembali kondisi kawasan di sekitar pasar, termasuk aktivitas perdagangan yang berpotensi mengganggu akses dan kelancaran lalu lintas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Keuangan Perumda Pasar Jaya Deni Alfianto Amris menjelaskan, arahan relokasi tersebut telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, penataan tidak bisa dilakukan hanya oleh pengelola pasar karena menyangkut berbagai aspek di ruang publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pak Gubernur Pramono Anung sudah memberikan perintah bahwa yang pedagang di luar itu harus dipindahkan ke dalam. Ini artinya akan jadi atensi juga untuk Pasar Jaya, SKPD dan Wali Kota yang menaunginya, yakni Jakarta Timur,” kata Deni di Kantor Perumda Pasar Jaya, Jakarta, Senin (24/8).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Deni, koordinasi penting dilakukan karena penataan pedagang di luar pasar tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan pasar, tetapi juga menyangkut akses jalan, ketertiban kawasan, hingga keterlibatan instansi lain yang memiliki kewenangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nah saat ini tim lagi berkoordinasi dengan SKPD dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin untuk menindaklanjuti ini. Harusnya sore ini sudah ada keputusannya gitu,&#8221; ucap Deni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, keberadaan pedagang di luar pasar merupakan persoalan yang perlu ditangani secara lebih terstruktur karena aktivitasnya dapat memengaruhi akses menuju pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, akses merupakan salah satu kunci utama dalam keberlangsungan sebuah pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila akses menuju pasar terganggu karena kepadatan aktivitas di luar, kondisi tersebut dapat menurunkan kenyamanan masyarakat untuk berbelanja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pasar itu kuncinya adalah akses. Kalau aksesnya sudah berantakan, pasarnya juga akan menjadi jelek. Orang juga pasti malas ke pasar,&#8221; ujar Deni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Pasar Jaya tidak hanya ingin memindahkan pedagang dari luar ke dalam, tetapi juga membangun pola pengelolaan kawasan pasar yang lebih menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Deni menilai, keberadaan PKL seharusnya tidak dibiarkan berkembang hingga menjadi kebiasaan yang sulit ditertibkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, keberadaan pedagang di luar pasar tidak seharusnya dibiarkan dalam jangka waktu panjang hingga akhirnya menjadi kebiasaan di kawasan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia berharap, pendekatan melalui sosialisasi dan edukasi ini dapat membuat pedagang memahami tujuan penataan sekaligus mendapatkan informasi yang memadai mengenai kegiatan usaha di dalam pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dengan demikian, penataan PKL tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas usaha para pedagang,&#8221; ucap Deni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengelola pasar perlu melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi kawasan sehingga keberadaan PKL dapat diketahui dan ditangani sejak awal. (Agus)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idrus Marham Luncurkan Buku “Nahdlatul Ulama &#038; Tantangan Peradaban” di Jakarta</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/idrus-marham-luncurkan-buku-nahdlatul-ulama-tantangan-peradaban-di-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 12:59:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=14354</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Nusantara bicara &#8212; Buku berjudul Nahdlatul Ulama &#38; Tantangan Peradaban karya Idrus Marham akan diluncurkan dalam sebuah acara yang&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta,  Nusantara bicara</strong>   &#8212;  Buku berjudul Nahdlatul Ulama &amp; Tantangan Peradaban karya Idrus Marham akan diluncurkan dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Novotel, Jakarta, Senin (24/08/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan launching buku tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. Acara ini digelar oleh Laskar Ansor bersama Bina Ruhani Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buku tersebut mengangkat refleksi mengenai peran strategis Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan zaman, merawat peradaban, serta meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin bagi masa depan bangsa dan umat manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Idrus Marham mengatakan, buku Nahdlatul Ulama &amp; Tantangan Peradaban lahir dari kegelisahan sekaligus refleksi terhadap tantangan yang dihadapi umat, bangsa, dan peradaban di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, Nahdlatul Ulama tidak hanya memiliki sejarah panjang dalam menjaga kehidupan keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk terus memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan peradaban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Buku ini merupakan refleksi tentang bagaimana Nahdlatul Ulama dapat terus memainkan peran strategis dalam menghadapi tantangan zaman. NU memiliki modal sejarah, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang sangat relevan untuk menjawab persoalan masa depan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Idrus menilai, tantangan peradaban saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga pergeseran nilai dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, NU dituntut tidak hanya mampu merespons perubahan, tetapi juga ikut membentuk arah perubahan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang kita butuhkan bukan sekadar kemampuan bertahan menghadapi perubahan, tetapi bagaimana NU dapat menjadi bagian penting dalam menentukan arah peradaban. Nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan harus terus dikembangkan,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap buku tersebut dapat menjadi bahan renungan dan diskusi bagi para kader NU, generasi muda, akademisi, tokoh agama, serta masyarakat luas dalam melihat masa depan NU dan bangsa Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semoga buku ini tidak berhenti sebagai sebuah karya tulis, tetapi menjadi bahan pemikiran dan percakapan bersama tentang bagaimana kita merawat peradaban dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran buku ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi mengenai posisi dan kontribusi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan peradaban di tengah perubahan zaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Panitia mengundang masyarakat, tokoh dan berbagai pihak untuk menghadiri kegiatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran para undangan diharapkan dapat memperkaya momentum peluncuran buku sekaligus memperluas gagasan mengenai peran NU dalam kehidupan kebangsaan dan peradaban. (Agus)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Zaenal Abidin Bangga Bertemu Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi di Istana Negara RI</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/zaenal-abidin-bangga-bertemu-panglima-kopassus-letjen-tni-djon-afriandi-di-istana-negara-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 18:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=14098</guid>

					<description><![CDATA[Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, Zaenal Abidin saat bertemu Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letjen TNI Djon Afriandi, dalam rangkaian peringatan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-media-text is-stacked-on-mobile"><figure class="wp-block-media-text__media"></figure><div class="wp-block-media-text__content">
<p class="wp-block-paragraph">Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, Zaenal Abidin saat bertemu Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letjen TNI Djon Afriandi, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Istana Negara Republik Indonesia, Jakarta, Senin (17/8/2026).</p>
</div></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, Nusantarabicara.com</strong> — Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Zaenal Abidin, mengaku bangga dan senang dapat bertemu langsung dengan Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letjen TNI Djon Afriandi, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Istana Negara Republik Indonesia, Jakarta, Senin (17/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa bagi Zaenal Abidin. Menurutnya, sosok Panglima Kopassus memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="726" data-id="14100" src="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842653-1024x726.jpg" alt="" class="wp-image-14100" srcset="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842653-1024x726.jpg 1024w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842653-300x213.jpg 300w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842653-768x544.jpg 768w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842653-1536x1089.jpg 1536w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842653-2048x1451.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Saya merasa sangat bangga, senang dan terharu bisa bertemu langsung dengan Panglima Kopassus. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya, terlebih pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Istana Negara RI” ujar Zaenal Abidin.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Zaenal menilai momentum peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan, semangat nasionalisme, serta kecintaan terhadap Tanah Air.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="673" data-id="14103" src="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842649-1024x673.jpg" alt="" class="wp-image-14103" srcset="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842649-1024x673.jpg 1024w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842649-300x197.jpg 300w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842649-768x505.jpg 768w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842649-1536x1010.jpg 1536w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842649-2048x1347.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Ia berharap nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaulat.<br>“Semangat kemerdekaan harus kita jaga bersama. Persatuan, gotong royong, dan kecintaan kepada NKRI harus terus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Selain mengapresiasi kepemimpinan Letjen TNI Djon Afriandi, Zaenal juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap kepribadian Panglima Kopassus yang dinilainya dekat dengan masyarakat.<br>Menurut Zaenal, Letjen TNI Djon Afriandi merupakan sosok pemimpin yang merakyat, supel, dan memiliki perhatian terhadap rakyat kecil.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="675" data-id="14104" src="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842651-1024x675.jpg" alt="" class="wp-image-14104" srcset="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842651-1024x675.jpg 1024w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842651-300x198.jpg 300w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842651-768x506.jpg 768w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842651-1536x1013.jpg 1536w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/08/1001842651-2048x1350.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Dari sekian banyak jenderal TNI, Pak Djon Afriandi meskipun kini menjabat sebagai Panglima Kopassus dengan pangkat bintang tiga, beliau tidak sungkan berbaur dengan masyarakat biasa, menyapa, dan melayani permintaan foto bersama. Orangnya supel dan mencintai rakyat kecil,” tutur Zaenal usai bertemu dan berfoto bersama Panglima Kopassus setelah upacara penaikan Bendera Sang Saka Merah Putih di Istana Negara, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Bagi Zaenal, kesempatan bertemu dan dapat berfoto bersama dengan Panglima Kopassus pada momentum bersejarah peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi kenang-kenangan indah dan membanggakan, hal ini membuktikan bahwa TNI adalah &#8216;Tentara Rakyat&#8217; dan memperkuat dirinya untuk terus mencintai TNI sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan kecintaannya terhadap bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Mengikuti Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Istana Negara ini menjadi momentum penting baginya untuk kembali menggaungkan  komitmen kepada seluruh anak bangsa untuk menjaga persatuan, memperkokoh keutuhan NKRI, serta melanjutkan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa, tegasnya. (P)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Jayawijaya Athenius Murip SH MH Hadiri Peresmian Pabrik Motor Listrik ALVA</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/bupati-jayawijaya-athenius-murip-sh-mh-hadiri-peresmian-pabrik-motor-listrik-alva/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 15:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=14035</guid>

					<description><![CDATA[Cikarang Kabupaten Bekasi, Nusantarabicara.com &#8212; Bupati Jayawijaya Papua Pegunungan yaitu Atenius Murip, SH, MH, menghadiri peresmian Ekosistem Motor Listrik Nasional&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cikarang Kabupaten Bekasi,  Nusantarabicara.com</strong>  &#8212;  Bupati Jayawijaya Papua Pegunungan yaitu Atenius Murip, SH, MH, menghadiri peresmian Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13/8/2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Athenius Murip, SH, MH, mengatakan bahwa kehadirannya di peresmian Molinas untuk bertemu dengan Presiden Prabowo untuk menyampaikan harapannya.<br>“Bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nya tidak mampu maka di undang rapat di Kemenko Polkam lintas antar sektor dan lembaga,” katanya dengan semangat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konflik sosial yang ada di Papua Pegunungan agar menjadi perhatian Pemerintah Pusat.<br>“Bahwa ada konflik sosial di dua wilayah di daerahnya yang menyebabkan 340 rumah terbakar (rusak) dan berharap agar Presiden melalui Sekretaris Kabinet (Sekab) untuk menindaklanjuti bahwa negara hadir melihat konflik sosial agar ada jalan keluarnya,” bebernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Athenius Murip, SH, MH, juga mengatakan harapannya. &#8220;Berharap agar Presiden peduli Indonesia Timur khususnya di Papua agar bisa maju bersama &#8211; sama,” pungkasnya. (Agus)</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
