Ketangguhan Ideologi 121 Tahun PSII Yang Tetap Teguh Berperan Dalam Demokrasi, Di-apresiasi Kemendagri

Spread the love

JAKARTA, Nusantarabicara.com — Peringatan Milad ke-121 Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) menjadi momentum untuk meneguhkan kembali ketangguhan ideologi, semangat perjuangan, dan kontribusi organisasi dalam perjalanan bangsa. Mengusung tema “Hijrah untuk Negeri Menuju Kemerdekaan Sejati”, peringatan tersebut mendapat sambutan dan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Acara yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Minggu (18/10/2026) pagi itu dihadiri para utusan partai politik, organisasi kemasyarakatan Islam, serta sejumlah tokoh nasional.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Akbar Ali, M.Si., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Heru Purnomo, Analis Kebijakan Ahli Madya di lingkungan Kemendagri. Mengungkapkan, perjalanan panjang Syarikat Islam Indonesia sebagai bagian penting dari sejarah kebangkitan nasional. Ketahanan ideologi dan konsistensi perjuangan organisasi tersebut dinilai menjadi modal berharga dalam membangun kehidupan demokrasi serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

PSII yang kini dipimpin Muflich Chalif Ibrahim diharapkan terus berkontribusi sebagai mitra dialog pemerintah, sekaligus menyalurkan aspirasi masyarakat melalui jalur politik yang demokratis, jelasnya.

Sejarah PSII tidak dapat dilepaskan dari lahirnya Syarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan Haji Samanhudi bersama para tokoh pergerakan pada 16 Oktober 1905 di Surakarta. Organisasi tersebut lahir di tengah tekanan kolonialisme Belanda dan ketimpangan sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat pribumi. SDI kemudian berkembang menjadi Syarikat Islam (SI), dengan HOS Tjokroaminoto sebagai salah satu tokoh sentral yang memperluas gerakan ke ranah sosial, pendidikan, ekonomi, dan politik.

Dalam perkembangan sejarahnya, SI mengalami transformasi organisasi hingga dikenal sebagai Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Perjalanan dari SDI, SI, hingga PSII memperlihatkan dinamika perjuangan yang menghubungkan gerakan ekonomi umat dengan kebangkitan kesadaran politik nasional.

Syarikat Islam juga dikenal sebagai salah satu pelopor gerakan nasional modern di Indonesia. Tradisi perjuangannya menempatkan nilai-nilai keislaman, keadilan sosial, pendidikan, dan kemandirian masyarakat sebagai bagian dari cita-cita kebangsaan.

Dalam konteks tersebut, PSII diharapkan terus menjaga warisan perjuangan pendahulunya sekaligus menyesuaikan diri dengan tantangan demokrasi dan kehidupan berbangsa saat ini.

Idrus Marham: Keberagaman Harus Menjadi Kekuatan Bangsa
Mantan pimpinan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Idrus Marham, yang hadir mewakili Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang PSII.
Idrus, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Islam, mengaku senang dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar PSII yang hadir dalam peringatan milad tersebut.

Menurutnya, konsistensi organisasi dalam menjaga nilai dan perjuangan merupakan modal penting untuk memperkuat peran politik serta menyiapkan pemimpin bangsa.
Ia menyambut keberlanjutan kepemimpinan PSII di bawah KH Muflich Chalif Ibrahim dan berharap organisasi tersebut semakin berkontribusi dalam memperkuat pilar demokrasi Indonesia.

Idrus juga menyinggung pandangan Presiden Prabowo Subianto mengenai Indonesia sebagai rumah bersama bagi seluruh kelompok masyarakat, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Dalam kerangka itu, ia mengajak seluruh kekuatan politik untuk tidak memandang Indonesia sebagai milik eksklusif kelompok tertentu. Sebaliknya, Indonesia harus menjadi rumah bersama yang memberikan ruang bagi seluruh warga untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan membangun bangsa.

Golkar, menurutnya, berupaya menjadi mitra berbagai kelompok masyarakat dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

LPOI Berharap PSII Terus Menjaga Idealisme Perjuangan
Sementara itu, Prof. Anwar Sanusi menyampaikan pandangan atas nama Lembaga Persatuan Ormas Islam (LPOI) yang turut memberikan ucapan selamat atas Milad ke-121 PSII.

LPOI merupakan wadah yang dibentuk untuk memperkuat persatuan organisasi kemasyarakatan Islam. Dalam keterangannya, Anwar menyampaikan harapan agar PSII dapat terus mengaktualisasikan tema milad melalui kerja nyata yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya supremasi hukum dalam kehidupan bernegara, sehingga hukum harus ditegakkan secara adil dan tidak boleh tunduk pada kepentingan kekuasaan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan politik harus tetap berpijak pada keadilan, integritas, dan kepentingan rakyat.

Sejumlah Tokoh Turut Memberikan Testimoni
Peringatan Milad ke-121 PSII juga diwarnai testimoni dan ucapan dari sejumlah tokoh, di antaranya Tamsil Linrung, Bursah Zarnubi yang disebut sebagai pimpinan Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), Rocky Gerung, perwakilan Baitul Muslimin Indonesia, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Kehadiran dan testimoni para tokoh tersebut menambah makna peringatan milad sebagai ruang silaturahmi lintas organisasi dan kekuatan politik.
Melalui momentum 121 tahun perjuangan ini, PSII diharapkan tidak hanya merawat romantisme sejarah, tetapi juga memperkuat kaderisasi, pendidikan politik, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Warisan perjuangan yang berakar dari SDI pada 1905 menjadi pengingat bahwa ketangguhan ideologi harus dibuktikan melalui pengabdian, keberpihakan kepada rakyat, dan komitmen meneruskan perjuangan cita-cita pendiri Bangsa. (Padrika)

Tinggalkan Balasan