KKB Papua Pengaruhi Perilaku Anarkis di Papua dengan Miras dan Narkotika

Nusantara Bicara, Jakarta — Panglima Komando Gabungan Wilayah (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menyebut perilaku anarkis di Papua diperparah dengan minuman keras hingga obat-obat terlarang khususnya ganja dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).Hal ini dikatakan Lucky saat konferensi pers hasil Operasi sepanjang 2026 bertempat di Makogabwilhan III beberapa waktu lalu.

“Pengaruh ini sangat lugas dipropagandakan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Hal ini jelas merusak moral dan menghancurkan masa depan generasi Papua,” kata Lucky dikutip keterangan Penkogabwilhan III, Senin (11/5).

Lebih lanjut, Lucky memastikan setiap tindakan dari TNI di Papua berlandaskan pada Rules of Engagement (ROE) yang ketat, hak asasi manusia (HAM), serta etika kemanusiaan.“Namun, perlu dicatat, TNI tidak akan pernah ragu. Dalam situasi mendesak, kami memegang teguh prinsip “Salus Populi Suprema Lex Esto” — keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Bagi kami, melindungi nyawa warga sipil Papua adalah amanah suci yang tidak bisa ditawar,” tegas Lucky.

Untuk diketahui, baru-baru ini, Lucky didampingi Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, bersama para Pejabat Utama (PJU) Kogabwilhan III, menyusuri pedalaman hutan Papua setelah mendapat laporan dugaan ladang ganja.Lucky menegaskan komitmen TNI dalam memberantas peredaran narkoba di Papua menyusul pengungkapan dua ladang ganja di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, terkait aktivitas mencurigakan di kawasan hutan sekitar permukiman warga. Dari lokasi pertama, personel Satgas TNI menemukan 135 batang pohon ganja siap panen. Penelusuran kemudian berlanjut hingga ditemukan ladang kedua di kawasan hutan Desa Esipding, Distrik Serambakon, dengan 81 batang pohon ganja.Secara keseluruhan, aparat mengamankan 216 batang pohon ganja serta dua tersangka berinisial LU dan CU untuk diproses hukum lebih lanjut.

Lucky menyebut temuan tersebut menjadi indikasi adanya budidaya ganja yang terorganisir di wilayah pedalaman Papua. Ia juga menyoroti pernyataan juru bicara KKB/TPNPB-OPM yang disebut melegalkan penanaman ganja di Papua.“Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman bagi masa depan generasi muda Papua,” kata Lucky. (Agus)

Tinggalkan Balasan