Nusantara Bicara, Jakarta — Prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) mengasah kemampuan renang militer untuk meningkatkan kesiapan operasional sekaligus kemampuan tempur prajurit Komando.Berbeda dengan renang biasa, teknik renang militer lebih berfokus pada ketahanan fisik dan kemampuan berenang dengan beban tambahan atau perlengkapan tempur.
Para prajurit ‘Baret Jingga’ harus berenang dengan pakaian dinas lapangan (PDL), helm tempur, dan membawa senjata perorangan. Kegiatan renang militer kali ini berlangsung di Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Jumat (8/5), di bawah pengawasan instruktur serta unsur pendukung lainnya.
“Dalam melaksanakan penugasan di berbagai operasi militer yang menuntut kesiapan fisik, ketahanan mental, serta kemampuan bertahan di berbagai medan. Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung kesiapan tugas serta meningkatkan profesionalisme prajurit Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI Angkatan Udara,” demikian tulis Penerangan Korpasgat, dikutip dari unggahan Instagram @korpasgat_tniau, Jumat (8/5).
Sebelum latihan dimulai, seluruh prajurit terlebih dahulu melaksanakan pengecekan kondisi kesehatan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemanasan dan pembekalan materi dasar teknik renang militer oleh instruktur.Tahapan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan personel sekaligus meminimalisir risiko cedera selama latihan berlangsung. Kemudian, para prajurit Pasgat melakukan evaluasi untuk melihat hasil dari latihan yang telah dilaksanakan. (Agus)