Kodau III Asah Kemampuan Evakuasi Medis Udara dalam Latihan Maleo Perkasa 2026

Nusantara Bicara, Jakarta — Jajaran personel Komando Daerah Udara (Kodau) III mengasah kemampuan evakuasi medis udara (Medical Evacuation/Medevac) dalam Latihan Kesiagaan II Kodau III “Maleo Perkasa” TA 2026 di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua Tengah, Rabu (17/6).

Penerangan Kodau III menjelaskan, latihan tersebut bertujuan untuk menguji respons personel, kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista), kemampuan komando dan kendali, serta interoperabilitas antarunsur saat dihadapkan pada skenario adanya korban luka tembak saat pelaksanaan operasi di daerah rawan.

Untuk skenario tersebut, TNI Angkatan Udara kemudian mengerahkan dua helikopter, masing-masing dengan call sign H-2209 dan H-2211, untuk melakukan evakuasi medis udara. Selain itu, kedua helikopter tersebut juga mendukung misi pencarian, pertolongan, serta pengamanan area.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa menggunakan helikopter menuju pangkalan udara TNI AU (lanud) untuk selanjutnya dipindahkan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans untuk memperoleh penanganan medis lanjutan.

Latihan kali ini juga tidak hanya menguji kemampuan penerbang dan awak helikopter, tetapi juga melibatkan unsur kesehatan, Pasukan Gerak Cepat (Pasgat), serta satuan pendukung lainnya.

Pangkodau III Marsda TNI Azhar Aditama berharap, kesiapsiagaan satuan jajaran Kodau III dalam melaksanakan operasi udara dan dukungan kemanusiaan dapat semakin meningkat melalui latihan ini.

“Latihan ini merupakan sarana untuk meningkatkan kesiapan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan. Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan efektif,” tegas Azhar dikutip dari instagram @kodau_3, Kamis (18/6).

Dalam implementasinya, Latihan Maleo Perkasa 2026 melibatkan empat lanud di jajaran Kodau III dengan skenario latihan yang berbeda. Lanud Manuhua melaksanakan Quick Response Plan pada PKDKPU (Penanganan Keadaan Darurat Kecelakaan Pesawat Udara), sementara Lanud Silas Papare melaksanakan kegiatan penanggulangan huru hara.

Kemudian, Lanud Yohannes A. Dimara mengelar kegiatan penangganan pesawat udara asing unschedule yang mendarat di wilayah NKRI, serta Lanud Yohanes Kapiyau melaksanakan kegiatan Medical Evacuation. (Agus)

Tinggalkan Balasan