Nusantara Bicara, Jakarta — TNI AL bersiap memperkuat benteng pertahanan di ujung timur Indonesia. Jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI membidik lahan kosong untuk membangun pangkalan baru di pesisir selatan Papua.
Tim Kodaeral XI mendatangi pos angkatan laut (Posal) Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Selama dua hari, 20-21 Mei, mereka melakukan survei fisik untuk mematangkan rencana berdirinya Pangkalan TNI AL (Lanal) Wanam.
Wanam sendiri merupakan kawasan pesisir terpencil yang didominasi rawa dan jalur sungai berlumpur. Meski lokasinya menantang, wilayah ini sekarang menjadi titik strategis nasional karena masuk dalam proyek raksasa cetak sawah dan lumbung pangan di Papua Selatan.
Di lapangan, tim memeriksa langsung kondisi geografis tanah, akses transportasi air, hingga kesiapan lahan yang akan dipakai. Survei ini penting agar posisi pangkalan baru nanti tepat sasaran secara taktis.
Kondisi geografis kawasan Wanam
Kondisi geografis kawasan Wanam di Distrik Ilwayab, Merauke, yang didominasi rawa dan jalur air berlumpur. (Foto: Dok. Kodaeral XI)
Asisten Perencanaan (Asrena) Komandan Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Dadan Hamdani menegaskan, keberadaan Lanal Wanam punya fungsi ganda. Pangkalan ini bakal menjaga perbatasan sekaligus mengamankan aset negara.
“Survei lahan ini menjadi pijakan awal yang sangat menentukan. Pembangunan Lanal Wanam nantinya memuat misi vital untuk memperketat keamanan wilayah pesisir selatan Papua, sekaligus mengawal proyek ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur nasional di sini,” ungkap Dadan, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral XI, Selasa (26/5).
Supaya proyek berjalan mulus, tim Kodaeral XI juga merangkul pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil agar keberadaan pangkalan baru tersebut bisa langsung menyokong pembangunan ekonomi warga lokal. (Agus)