Resmi Latihan Prajurit Intai Tempur XII Dibuka

Nusantara Bicara, Jakarta — Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) resmi membuka latihan pembentukan Intai Tempur (Taipur) XII di daerah latihan Kostrad, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (25/5). Upacara pembukaan dipimpin oleh Komandan Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad, Kolonel Inf Choiril Anwar, yang membacakan amanat Panglima Kostrad.

Dalam amanatnya, Panglima Kostrad menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian penting dari pembinaan personel untuk mencetak prajurit pengintai tempur yang profesional, adaptif, dan tangguh. Prajurit Taipur diharapkan memiliki kemampuan intelijen tempur yang mumpuni dalam menghadapi dinamika tantangan yang semakin kompleks.

Choiril menyampaikan bahwa perkembangan lingkungan strategis dan dinamika peperangan modern menuntut prajurit Kostrad tidak hanya unggul secara fisik dan tempur, tetapi juga cerdas, mampu beradaptasi dengan teknologi, serta memiliki ketajaman analisis situasi di medan operasi.

“Prajurit Kostrad dituntut memiliki kemampuan berpikir cepat, bertindak tepat, menguasai teknologi modern, serta mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik perang konvensional, asimetris, operasi lawan gerilya, maupun tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Kepada peserta latihan, Panglima Kostrad berpesan agar mengikuti seluruh tahapan dengan semangat, disiplin, dan loyalitas.

Sementara kepada penyelenggara, pelatih, dan unsur pendukung, ia menekankan pentingnya pelaksanaan latihan secara profesional, terukur, realistis, serta menjunjung tinggi nilai keprajuritan dan keselamatan personel.

Latihan pembentukan Taipur XII Kostrad dirancang melalui tahapan bertingkat, bertahap, dan berkelanjutan. Program ini bertujuan menguji sekaligus membentuk kemampuan fisik, mental, disiplin, loyalitas, dan profesionalisme peserta.

Menurut keterangan Penerangan Kostrad, Selasa (26/5), para peserta akan dibekali beragam materi, mulai dari jasmani militer, navigasi darat, menembak, survival, patroli, teknik pengintaian, penyamaran, infiltrasi dan eksfiltrasi, pertempuran jarak dekat, mountaineering, hingga operasi wilayah perairan. Selain itu, peserta juga akan dilatih menguasai teknologi modern seperti pengoperasian drone, analisis data pengintaian, dan pelaporan intelijen. (Agus)

Tinggalkan Balasan