Liugong Indonesia Optimistis Industri Tambang Pulih, Targetkan Penjualan Agresif di 2026

Nusantara Bicara, JAKARTA — Liugong Indonesia optimistis sektor pertambangan nasional mulai menunjukkan tren pemulihan sepanjang tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Direktur Operasional Liugong Indonesia, Daniel, saat ditemui dalam ajang Indonesia Coal and Energy Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Senin (11/5/2026).


Menurut Daniel, setelah awal tahun sempat diwarnai sejumlah tantangan seperti persoalan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta tingginya harga solar, kondisi industri tambang kini mulai membaik.

Direktur operasional Liugong Indonesia, Daniel.(11/5/2026)

“Dunia tambang di Indonesia sudah mulai recover. Setelah awal tahun ada beberapa isu seperti RKAB dan harga solar yang tinggi, sekarang mulai membaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan RKAB dan membaiknya harga komoditas tambang menjadi peluang besar bagi industri alat berat di Indonesia.


“Sesuai arahan pemerintah, RKAB akan ditingkatkan dan nilai harga komoditas juga meningkat. Saya rasa ini peluang yang sangat baik untuk penetrasi alat berat di Indonesia,” katanya.

Daniel menjelaskan, Liugong telah hadir di Indonesia lebih dari 20 tahun. Sementara untuk entitas perusahaan saat ini, sejak 2019 perusahaan terus mencatat pertumbuhan setiap tahun di pasar nasional. “Setiap tahun selalu bertumbuh di Indonesia,” katanya.


Selain memperkuat bisnis distribusi alat berat, Liugong juga terus meningkatkan investasi di Indonesia. Salah satunya melalui pembentukan perusahaan pembiayaan, PT Liugong Finance Indonesia, serta rencana pembangunan pabrik di Indonesia.

“Investasi kita di Indonesia sangat tinggi. Selain PT Liugong Indonesia, kita juga punya perusahaan financing dan juga akan mendirikan pabrik di Indonesia,” jelas Daniel.


Untuk target pasar tahun ini, perusahaan menargetkan penjualan yang cukup agresif dengan angka mencapai lebih dari 3.000 unit per tahun di Indonesia.


“Secara target market keseluruhan, kita menargetkan cukup agresif, kurang lebih lebih dari 3.000 unit per tahun,” ujarnya.
Daniel menilai keberhasilan Liugong di Indonesia didukung oleh kualitas produk yang telah terbukti tangguh, serta dukungan layanan purna jual yang luas di berbagai daerah.


“Kita sudah terbukti dari durabilitas produk dan juga after sales support yang mumpuni. Kita punya parts center di seluruh Indonesia,” katanya.


Selain itu, Liugong juga mulai fokus mengembangkan alat berat berbasis listrik atau electric equipment sebagai bagian dari inovasi industri alat berat global.
“Kita salah satu pelopor terdepan untuk electric equipment di dunia,” tambahnya.
Terkait kebijakan pemerintah di sektor pertambangan dan energi, Daniel menegaskan pihaknya siap mendukung seluruh langkah pemerintah dalam pengembangan industri nasional.
“Kita siap mendukung semua kebijakan pemerintah,” tutupnya. (P)

Tinggalkan Balasan