Panglima TNI Pimpin Pemakaman Letkol Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Cikutra

Spread the love

Bandung, NusantaraBicara.com — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto memimpin langsung upacara pemakaman militer Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Kamis, 5 November 2026.

Pemakaman secara militer diberikan sebagai penghormatan negara kepada para prajurit yang gugur dalam tugas operasi Karhutla. Selain Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, dua prajurit lainnya yang gugur dalam insiden yang sama adalah Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar dan Sertu Anumerta Hery Prasetyo yang saat ini masih dalam proses pencarian.
Mereka adalah para pahlawan yang gugur dalam tugas mulia penanggulangan karhutla,” ujar Panglima TNI.

Kronologi Insiden Helikopter MI-17V5
Panglima menjelaskan, insiden terjadi saat Helikopter MI-17V5 nomor registrasi HA-5138 milik TNI AD dengan 8 personel di dalamnya melaksanakan misi water bombing di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Misi pertama berhasil dilaksanakan dengan aman, kecelakaan terjadi pada misi kedua, helikopter mengalami crash di perairan sekitar 1 kilometer dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar 6 meter dalam posisi terbalik.

“Saat ini posisi helikopter sudah diketahui, satu personel lagi masih berada di dalam helikopter dan masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan dan TNI di lapangan, mengingat arus bawah laut cukup deras,” jelasnya.

Jaminan Hak Prajurit Gugur
Negara memberikan penghargaan dan jaminan penuh atas jasa dan pengabdian para prajurit. Untuk Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, diberikan sejumlah hak berupa

Dana Tabungan Wajib Perumahan (TWP) dan Dana Watzah sebesar Rp757.602.056 – Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) sebesar Rp450.000.000 – Santunan perbankan sebesar Rp140.000.000 – Beasiswa untuk 2 orang anak masing-masing Rp30.000.000 – Tabungan Hari Tua sebesar Rp69.000.000
Panglima TNI menegaskan, TNI akan selalu menyiagakan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) beserta alutsista untuk merespons setiap bencana alam di Indonesia.

“Di negara kita, apabila terjadi hujan deras mengakibatkan banjir, atau musim panas terjadi kebakaran, TNI selalu menyiagakan personel dan alutsistanya setiap saat untuk membantu rakyat,” tegasnya.
Upacara pemakaman berlangsung khidmat dengan tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir bagi sang pahlawan bangsa. ( Nusantara Bicara/ Pendam lll/Slw )

Tinggalkan Balasan