Nusantara Bicara, Jakarta — Salah satu industri pertahanan strategis milik Indonesia, PT PAL, berpartisipasi pada Defence Services Asia Exhibition and Conference (DSA) di Malaysia yang berlangsung sejak 20-23 April 2026.
Keikutsertaan PT PAL sekaligus menjadi langkah ekspansi di pasar regional. PT PAL, dalam pameran tersebut memfokuskan promosi pada varian landing platform dock (LPD) yang dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan Angkatan Laut Malaysia.
Sebagai negara maritim dengan tantangan geografis yang serupa dengan Indonesia, Malaysia membutuhkan platform yang tidak hanya mampu mendukung operasi militer, tetapi juga disaster relief, humanitarian assistance, evakuasi medis, serta mobilisasi pasukan dan logistik ke wilayah kepulauan.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, mengatakan bahwa ASEAN merupakan kawasan maritim yang strategis, baik dari sisi jalur perdagangan, sumber daya alam, maupun posisi geopolitik.“Karena itu, penguatan industri maritim nasional di setiap negara ASEAN akan menjadi fondasi penting untuk membangun kawasan yang lebih mandiri, resilien, dan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di tengah rivalitas global saat ini,” ujar Wiyono dikutip dari rilis resmi, Jumat (24/4).
Selain menawarkan platform, PT PAL juga membuka peluang kerja sama jangka panjang yang berfokus pada penguatan local content atau industri lokal, pengembangan sumber daya manusia, hingga peluang kolaborasi dengan industri Malaysia.
Penguatan tersebut menjadi semakin penting di kawasan ASEAN yang memiliki karakter geografis maritim, jalur perdagangan strategis, serta tantangan bersama seperti bencana alam, keamanan laut, dan perlindungan wilayah perairan. (Agus)