Nusantara Bicara, Jakarta — Kapten Kal Bhakti Panji Wibowo, perwira pertama (Pama) TNI Angkatan Udara (TNI AU), berhasil merampungkan pelatihan bertajuk ‘Logistic Readiness Officer Course’ yang berlangsung di Sheppard Air Force Base, Amerika Serikat (AS) sejak 28 Februari hingga 15 April 2026.
Selama mengikuti pelatihan, Bhakti mempelajari materi logistik militer tempur yang mencakup empat pilar utama. TNI AU melalui unggahan Instagram @militer.udara, yang dikutip Selasa (21/4) menjelaskan, pilar-pilar tersebut mencakup manajemen pasokan (supply management) dan pemeliharaan kendaraan (vehicle management).
Dua pilar lainnya antara lain pengelolaan bahan bakar (fuels management), serta perencanaan distribusi dan penyebaran pasukan (deployment, distribution, and transportation).“Tidak hanya berfokus pada teori, pelatihan juga dirancang untuk memperkuat kemampuan praktis dalam mengelola sistem logistik yang terintegrasi secara global,” jelas TNI AU.
Melalui pendekatan tersebut, para peserta pelatihan didorong untuk mampu memahami alur dukungan operasional secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Bekal ini menjadi pijakan penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) TNI AU.
Dalam konteks yang lebih luas, pengiriman personel untuk menempuh pendidikan dan pelatihan di luar negeri menjadi salah satu strategi TNI Angkatan Udara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Hal ini sejalan dengan salah satu dari lima prioritas TNI AU, yakni penguatan SDM.
Sebagai penjaga kedaulatan wilayah udara yang luas dan strategis, TNI AU membutuhkan prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga unggul dalam penguasaan teknologi serta memiliki pemikiran strategis. (Agus)