Nusantara Bicara , Jakarta -– Kabar gembira bagi pencinta kuliner tradisional dan masyarakat perantau asal Banyumas di Jakarta. The Banjoemas Resto & Cafe resmi dibuka pada Selasa (9/6/2026) di kawasan seni dan budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat. Restoran yang digagas oleh Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini hadir sebagai destinasi kuliner sekaligus ruang pelestarian budaya Banyumas di ibu kota.
Berlokasi di pelataran Taman Ismail Marzuki, restoran ini mengusung konsep perpaduan antara kuliner khas Banyumas dan aktivitas budaya. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati sajian tradisional sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas dan pecinta budaya.
Beragam menu khas Banyumas menjadi andalan The Banjoemas Resto & Cafe, di antaranya Soto Sokaraja, mendoan, bakwan, hingga berbagai hidangan tradisional lainnya. Seluruh menu ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp25.000 hingga Rp100.000 per porsi.
Pemilik The Banjoemas Resto & Cafe, Didik Ari Prasetyo, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa restoran tersebut didirikan bukan semata-mata untuk bisnis kuliner, tetapi juga sebagai upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Banyumas kepada masyarakat luas.
“Karena ini khas budaya, banyak kuliner di Jakarta berasal dari wilayah Banyumas dan sekitarnya. Jadi ini menjadi andalan teman-teman yang ada di Jakarta. Menu andalan The Banjoemas Resto & Cafe salah satunya Soto Banyumas, kemudian ada cemilan khas seperti kasat cimplung. Ke depan kami ingin tetap menjaga resep budaya Banyumas, namun juga menghadirkan menu-menu yang sesuai dengan pasar Jakarta. Jadi kami berkolaborasi antara cita rasa daerah dengan kebutuhan masyarakat Jakarta,” ujar Didik kepada awak media.
Menurut Didik, perpaduan antara resep autentik Banyumas dan selera masyarakat perkotaan menjadi strategi untuk menjaga eksistensi kuliner tradisional di tengah perkembangan tren makanan modern. Dengan demikian, budaya lokal tetap dapat diterima oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Selain menyajikan makanan dan minuman khas Banyumas, The Banjoemas Resto & Cafe juga dirancang sebagai ruang interaksi budaya. Tempat ini diharapkan menjadi titik temu bagi komunitas Banyumas, pelaku seni, akademisi, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat tradisi dan kekayaan budaya daerah.
Pemilihan kawasan Taman Ismail Marzuki sebagai lokasi usaha juga dinilai sejalan dengan semangat yang diusung. Sebagai salah satu pusat kegiatan seni dan budaya di Jakarta, TIM menjadi lokasi strategis untuk memperkenalkan identitas Banyumas kepada publik yang lebih luas.
Peresmian The Banjoemas Resto & Cafe menjadi langkah nyata dalam memperkuat promosi budaya lokal melalui sektor kuliner. Dengan menghadirkan cita rasa autentik, suasana yang kental dengan nuansa Banyumas, serta konsep ruang budaya yang inklusif, restoran ini diharapkan dapat menjadi destinasi favorit masyarakat Jakarta sekaligus mengobati kerinduan perantau akan kampung halaman. (Ardendi)