Nusantara Bicara, JAKARTA — Batik Sakera, salah satu motif batik khas Madura asal Bangkalan, kini semakin dikenal luas di Jakarta. Mengambil nama dari tokoh legendaris Madura, Sakera, motif batik ini melambangkan keberanian, kesetiaan, dan semangat perlawanan terhadap penjajahan.
Owner atau pemilik dari Batik Sakera, Bu Suci, saat ditemui di JIExpo Jakarta, Selasa (12/5/2026), menjelaskan filosofi yang terkandung dalam motif khas tersebut.
“Batik Sakera ini menggambarkan karakter masyarakat Madura yang kuat, berani, dan pantang menyerah,” ujar Bu Suci.
Ia menjelaskan, Batik Sakera memiliki ciri khas warna-warna berani seperti merah menyala, hitam, kuning, dan hijau. Warna merah menjadi simbol utama keberanian tokoh Sakera.
Dari sisi motif, batik ini menampilkan sosok Sakera dengan busana khas berupa baju merah, celana gomboran hitam, ikat kepala, serta membawa celurit. Motif tersebut dipadukan dengan ornamen khas Madura seperti burung phoenix, naga, bunga, dan pola tanahan tradisional.
Menurut Bu Suci, Batik Sakera tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat makna budaya.
“Maknanya adalah keberanian membela kebenaran dan semangat melawan ketidakadilan. Karena itu batik ini sering digunakan dalam acara adat sebagai simbol identitas Madura,” jelasnya.
Ia menambahkan, Batik Sakera berasal dari kawasan Tanjung Bumi, Bangkalan, yang dikenal sebagai salah satu sentra batik tulis Madura paling terkenal.
“Awalnya dari Tanjung Bumi, Bangkalan. Daerah itu memang pusat batik tulis Madura,” katanya.
Kini Batik Sakera telah hadir di Jakarta dengan lokasi pemasaran di Pacific Place Mall, Sudirman. Sementara kantor operasional PT Sakera Internasional Grup berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Produk yang ditawarkan meliputi batik tulis dan batik cap premium untuk berbagai kebutuhan fesyen, mulai dari kemeja, blazer, hingga jubah panjang dengan harga mencapai jutaan rupiah.
Kehadiran Batik Sakera di ibu kota diharapkan dapat menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan karakter kuat masyarakat Madura ke tingkat nasional hingga internasional. (Sugeng)