Tjung Subianto Kembali Pimpin Asosiasi Mobil Bekas Indonesia, DPD AMBI Jambi Optimistis Industri Mobil Bekas Kian Maju

Jakarta, Nusantarabicara.com -– Negara Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta dinilai memiliki potensi yang besar dari segi penjualan mobil bekas, bahkan bisa lebih besar dibandingkan pasar mobil baru. Hal ini disebabkan harga yang lebih kompetitif serta kemudahan pembiayaan menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan bekas.


Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) Jambi, Didi Chua, kepada sejumlah awak media usai menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMBI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).


Menurut Didi, tingginya harga mobil baru membuat banyak masyarakat beralih ke mobil bekas yang menawarkan harga lebih terjangkau dengan kualitas yang masih baik.
“Pasar mobil bekas saat ini sangat besar. Bahkan potensinya bisa lebih tinggi dibandingkan mobil baru karena masyarakat masih sangat antusias membeli mobil bekas.

Selain harganya lebih kompetitif, pembeli juga bisa memperoleh fasilitas kredit dengan uang muka (DP) yang lebih ringan,” ujarnya.
Didi juga menyoroti masih maraknya praktik perdagangan mobil bekas yang tidak jelas atau dikenal sebagai “pasar gelap” maupun penjual ilegal. Untuk mengatasi hal tersebut, AMBI Jambi terus mendorong para pemilik showroom mobil bekas di wilayahnya agar bergabung ke dalam organisasi.


“Kami mengajak seluruh pemilik showroom mobil bekas di Kota Jambi bergabung dengan AMBI karena organisasi ini sudah berbadan hukum dan telah bekerja sama dengan sekitar 20 perusahaan pembiayaan. Dengan bergabung, pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan dukungan bisnis sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen,” katanya.


Menurutnya, keberadaan organisasi juga memudahkan para anggota saling berbagi informasi dan melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik yang merugikan industri.


“Kalau showroom-showroom bergabung ke AMBI, kita akan lebih mudah memfilter penjual yang tidak bertanggung jawab, memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha, dan saling memberikan informasi apabila ada hal-hal negatif di lapangan,” jelasnya.
Dari sisi pasar, Didi mengungkapkan bahwa kendaraan yang paling banyak dipasarkan di showroom-showroom Jambi masih didominasi merek-merek asal Jepang. Namun, kehadiran kendaraan listrik dari produsen asal Tiongkok mulai memberikan warna baru dan sedikit mengurangi dominasi merek Jepang.


“Produk Jepang masih mendominasi pasar di Jambi. Namun sejak mobil listrik asal Tiongkok mulai masuk, perlahan mulai memengaruhi komposisi pasar,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Mobil Bekas Indonesia ( AMBI ) DPD Jambi, Didi Choa.(4/7/2026)

Terkait hasil Musyawarah Nasional (Munas) AMBI 2026 yang kembali menetapkan Tjung Subianto sebagai Ketua Umum periode 2026–2029 secara aklamasi, Didi berharap kepemimpinan tersebut mampu membawa organisasi semakin berkembang.


“Kami berharap Bang Tjung Subianto dapat membawa AMBI menjadi organisasi yang semakin besar, semakin solid, memperluas networking anggota, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pelaku usaha mobil bekas di Indonesia,” ungkapnya. (PS)

Tinggalkan Balasan