Nusantara Bicara, Jakarta — Kehadiran bus listrik menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih di lingkungan militer.
Bus listrik tersebut tidak hanya merepresentasikan modernisasi sarana pendukung, tetapi juga mencerminkan transformasi budaya kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Bus berkapasitas 33 kursi tipe heavy duty ini memiliki bobot 15,2 ton, menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh, serta mampu melaju hingga kecepatan maksimal 100 km/jam.
Bus ini telah melalui berbagai uji ekstrem, meliputi getaran, kejut mekanis, perendaman air, paparan api eksternal, hingga arus lebih. Selain itu, kendaraan dilengkapi fitur keselamatan seperti Main Power Cut Off Switch, APAR otomatis, deteksi asap, GPS tracking, pemantauan baterai, serta CCTV untuk menunjang keamanan dan operasional.
Implementasi penggunaan bus listrik ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari rute Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Jakarta dan diperluas ke sejumlah satuan di Jakarta, Surabaya, hingga wilayah lainnya sesuai roadmap jangka panjang TNI AL.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.(Agus)