Tri Wuryantoro, Ketua Asosiasi KDKMP Se-Indonesia : Koperasi Desa Merah Putih Hadir untuk Menyejahterakan Rakyat Menuju Indonesia Emas 2045

Spread the love

Jakarta, Nusantara Bicara – Ketua Umum Asosiasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia, Tri Wuryantoro, S.E., M.Si., menegaskan bahwa koperasi harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi kerakyatan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.


Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Tri, keberadaan KDKMP tidak hanya menjadi wadah ekonomi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang melibatkan generasi muda sebagai pelaku usaha, pemasok (supplier), maupun tenaga kerja.


“Kami memiliki agenda bagaimana Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih tetap berjalan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pemuda harus ikut terlibat sehingga koperasi menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.


Tri optimistis KDKMP akan terus berkembang seiring dengan penyusunan regulasi yang tengah dilakukan pemerintah. Ia mengakui perjuangan membangun koperasi bukanlah hal yang mudah karena harus bersaing dengan jaringan ritel modern yang telah menguasai pasar.


“Kami membangun koperasi ini dengan perjuangan yang luar biasa. Namun semangat kami tetap sama, yakni menghadirkan koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat,” katanya.


Klinik Koperasi dan BPJS Jadi Sumber Subsidi
Sebagai bagian dari penguatan koperasi, KDKMP menyiapkan konsep Gerai Klinik Koperasi yang akan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.


Melalui skema tersebut, pembayaran layanan kesehatan dari BPJS akan masuk ke klinik koperasi dan sebagian hasilnya digunakan untuk memberikan subsidi terhadap kebutuhan pokok masyarakat.
“Uang yang masuk dari BPJS akan diputar kembali melalui koperasi untuk membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan dengan harga yang lebih murah,” jelas Tri.


Menjadi Pengendali Harga Pasar
Tri menilai KDKMP memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan memangkas rantai distribusi.
Ia mencontohkan distribusi telur dari Blitar, Jawa Timur, yang mencapai sekitar 60 ton per hari. Menurutnya, koperasi dapat menyerap hasil produksi peternak secara langsung sehingga harga di tingkat produsen tetap stabil, sementara masyarakat memperoleh harga yang lebih terjangkau.
“Koperasi akan menjadi alat kontrol harga di pasar. Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh manfaat karena kebutuhan pokok dapat dijual dengan harga lebih murah,” katanya.


Menyerap Hasil Panen Petani dan Peternak
Menjawab pertanyaan mengenai nasib petani dan peternak yang selama ini bergantung pada tengkulak, Tri memastikan KDKMP siap menjadi mitra pemasaran hasil produksi mereka.


Ia mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan koperasi di Blitar, Jawa Timur, untuk memasok telur langsung ke jaringan KDKMP di berbagai daerah.
“Kami menyerap langsung dari daerah produksi kemudian menyalurkannya ke koperasi-koperasi di daerah. Dengan begitu petani dan peternak memperoleh kepastian pasar, sementara masyarakat mendapatkan harga yang lebih baik,” ujarnya.


Siapkan Agen Gas hingga Gerai Ritel
Selain kebutuhan pangan, KDKMP juga tengah menyiapkan pengembangan usaha distribusi gas LPG bekerja sama dengan Himpunan Wirausaha Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas).


Tri mengatakan, koperasi berencana membangun agen gas di Kabupaten Bekasi agar distribusi LPG bersubsidi dapat lebih tepat sasaran dan mengurangi selisih harga yang selama ini terjadi di tingkat masyarakat.


Tak hanya itu, gerai koperasi nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti toko ritel, klinik kesehatan, kendaraan operasional, hingga sarana pendukung usaha lainnya untuk memperkuat pelayanan kepada anggota dan masyarakat.


Menuju Indonesia Emas 2045
Menutup wawancara, Tri berharap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih mampu menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.


“Kami berharap koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia dan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (PS)