Pelangiran– Bagi seorang petani, tanaman di lahan bukan sekadar hasil bumi, melainkan aset investasi yang berhubungan waktu, tenaga, dan biaya. Menyadari hal tersebut, Brigadir Polisi Satu (Brigpol) Sapta Sampurno, Bhabinkamtibmas Desa Teluk Bunian, Polsek Pelangiran, hadir di tengah kebun jagung warga pada Rabu (20/5/2025) untuk memberikan jaminan rasa aman dan memastikan aset produksi tersebut terjaga dengan baik.
Kegiatan pemantauan yang dimulai pukul 09.50 WIB ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan fisik maupun biologis yang dapat merugikan petani. Brigpol Sapta Sampurno bersama perangkat Desa Teluk Bunian melakukan inspeksi menyeluruh terhadap lahan jagung yang telah memasuki usia lima minggu pasca tanam.
Dalam laporannya, Brigpol Sapta Sampurno menegaskan bahwa kehadiran polisi di lahan pertanian juga berfungsi sebagai bentuk pengawasan preventif terhadap potensi kehilangan hasil panen. Selain memantau pertumbuhan fisik tanaman seperti ketinggian batang dan kehijauan daun yang terpantau sangat baik, anggota Polri ini juga waspada terhadap ancaman biologis berupa hama.
“Ditemukan beberapa tanaman yang terserang hama. Kami segera mengkoordinasikan dengan pemilik lahan dan perangkat desa agar tindakan pengendalian bisa dilakukan secepatnya. Ini penting agar ‘investasi’ petani tidak gagal di tengah jalan,” jelas Brigpol Sapta Sampurno.
Langkah cepat tanggap ini menunjukkan komitmen Polsek Pelangiran dalam melindungi hak ekonomi warga. Dengan adanya pengawasan rutin, petani merasa lebih tenang karena ada pihak yang turut memantau kondisi lahan mereka secara berkala, sehingga perkembangan tanaman jagung tetap optimal.
Menyoroti kegiatan ini, Kapolsek Pelangiran, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Iwan Saputra, S.H., M.H., menekankan bahwa tugas Polri mencakup perlindungan terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aset produktif mereka.
“Ketika kami memastikan tanaman jagung tumbuh sehat dan bebas dari gangguan serius, kami sebenarnya sedang mengamankan masa depan ekonomi keluarga petani tersebut. Kegagalan panen akibat hama yang terlambat ditangani atau gangguan keamanan lainnya adalah kerugian yang harus kita cegah bersama,” ujar Iptu Iwan Saputra, SH., MH.
Iptu Iwan Saputra menambahkan, sinergi antara Bhabinkamtibmas dan perangkat desa dalam melakukan pengecekan kondisi jagung merupakan strategi efektif untuk mendeteksi masalah sejak dini. Ia mengapresiasi kinerja Brigpol Sapta Sampurno yang proaktif dalam memantau progres perkembangan tanaman.
“Kami ingin warga Desa Teluk Bunian merasa bahwa polisi adalah garda terdepan dalam menjaga ketertiban, termasuk ketertiban dalam proses produksi pangan mereka,” tambah Kapolsek.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan jagung memberikan dampak psikologis positif bagi para petani. Mereka merasa dihargai dan dilindungi. Hal ini mendorong mereka untuk lebih serius dalam mengelola lahan, knowing that ada dukungan penuh dari aparat kepolisian setempat.
Dengan kondisi tanaman yang mayoritas sehat dan penanganan hama yang sigap, diharapkan panen jagung di Desa Teluk Bunian akan berlangsung sukses. Polsek Pelangiran melalui Kapolsek Iptu Iwan Saputra, SH., MH., berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan di wilayah pertanian, demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri.