NTT, Nusantarabicara.com — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mulai mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kawasan KM 5, Kefamenanu, yang telah terbengkalai selama puluhan tahun. Revitalisasi fasilitas kesehatan tersebut kini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo sebagai bagian dari upaya menyelamatkan aset daerah sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Komitmen itu ditunjukkan langsung oleh Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo atau yang akrab disapa Bupati Falen, saat meninjau lokasi bangunan RSUD bersama jajaran pemerintah daerah pada Senin, 29 Juni 2026.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penyusunan rencana rehabilitasi dan kelanjutan pembangunan rumah sakit yang selama ini tidak dimanfaatkan.
Menurut Bupati Falen, keberadaan bangunan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten TTU yang harus segera dioptimalkan agar dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari kita mulai benahi. Kita cari anggaran dari pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan dan melakukan rehabilitasi agar bangunan ini bisa digunakan kembali. Ini merupakan aset Pemkab TTU yang harus dimanfaatkan demi kemajuan daerah,” ujar Bupati Falen.
Mangkrak bukan sekadar melanjutkan pembangunan fisik. Langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya menyelamatkan aset daerah bernilai tinggi yang selama bertahun-tahun terbengkalai.
Ia menjelaskan, revitalisasi dilakukan sejalan dengan rekomendasi berbagai lembaga pengawas, termasuk Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset-aset negara yang belum dimanfaatkan.
Menurutnya, membiarkan bangunan yang dibangun menggunakan dana publik tanpa fungsi yang jelas hanya akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Bangunan ini adalah RSUD yang pembangunannya terhenti dan terlupakan. Sayang jika uang rakyat yang sudah digunakan tidak menghasilkan manfaat. Karena itu harus kita selamatkan,” tegas mantan perwira TNI Angkatan Darat tersebut.
Lokasi Dinilai Lebih Strategis
Rencana revitalisasi RSUD KM 5 mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Banyak warga menilai lokasi rumah sakit tersebut memiliki posisi yang jauh lebih strategis dibandingkan rumah sakit yang saat ini beroperasi di Kota Kefamenanu.
Selain berada di jalur lintas negara, kawasan KM 5 dinilai memiliki akses transportasi yang lebih mudah dijangkau sehingga berpotensi melayani masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
Salah seorang warga, Karolus Mance, menilai keberadaan RSUD di lokasi tersebut akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat maupun pasien dari luar daerah.
“Lokasinya sangat strategis dibandingkan rumah sakit yang ada sekarang. Aksesnya mudah dan masyarakat luar daerah juga lebih gampang menemukannya,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Olevander Luti Oemanas, yang menilai kebijakan Bupati Falen merupakan langkah visioner untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten TTU, khususnya sebagai daerah perbatasan.
Targetkan Rumah Sakit Berstandar Internasional
Pemerintah Kabupaten TTU menargetkan revitalisasi RSUD KM 5 tidak hanya sebatas memperbaiki bangunan yang telah rusak, tetapi juga menghadirkan fasilitas kesehatan yang modern, representatif, dan mampu memenuhi standar pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Melalui perencanaan teknis yang tengah disiapkan, pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan dapat segera dilanjutkan.
Keberadaan rumah sakit yang lebih lengkap diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, mengurangi kebutuhan rujukan ke daerah lain, sekaligus memperkuat posisi TTU sebagai kawasan strategis di wilayah perbatasan Indonesia.
Selain itu, langkah revitalisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten TTU dalam mewujudkan tata kelola aset daerah yang lebih transparan, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten TTU juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung percepatan pembangunan RSUD tersebut agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga, sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan di kawasan perbatasan Indonesia. (Agus)