<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sustainability &#8211; Nusantarabicara.com</title>
	<atom:link href="https://nusantarabicara.com/category/sustainability/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nusantarabicara.com</link>
	<description>Menyajikan Berita Yang Mencerahkan Dan Mencerdaskan Insan Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 08:07:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2025/12/cropped-Untitled-design-32x32.png</url>
	<title>Sustainability &#8211; Nusantarabicara.com</title>
	<link>https://nusantarabicara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ISWA: Teknologi Mesin Perkayuan Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah Industri Kayu Indonesia</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/iswa-teknologi-mesin-perkayuan-jadi-kunci-tingkatkan-nilai-tambah-industri-kayu-indonesia/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/iswa-teknologi-mesin-perkayuan-jadi-kunci-tingkatkan-nilai-tambah-industri-kayu-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 08:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15955</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, NUSANTARA BICARA — Industri kayu olahan Indonesia dinilai masih memiliki prospek kuat di tengah berkembangnya berbagai material substitusi. Penguatan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, NUSANTARA BICARA</strong> — Industri kayu olahan Indonesia dinilai masih memiliki prospek kuat di tengah berkembangnya berbagai material substitusi. Penguatan teknologi produksi melalui penggunaan mesin <em>woodworking</em> dan <em>molding</em> dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi, presisi, serta nilai tambah produk kayu nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut disampaikan <strong>Azharin, Wakil Ketua I Bidang Organisasi ISWA</strong>, saat ditemui <strong>Nusantara Bicara</strong> dalam pembukaan <strong>IFMAC &amp; WOODMAC 2026</strong> di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Azharin menjelaskan, <em>woodworking</em> dan <em>molding</em> pada dasarnya masih berada dalam satu ekosistem industri perkayuan. Perbedaannya lebih banyak terletak pada jenis pekerjaan dan proses pengolahan serta mesin yang digunakan.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="573" data-id="15959" src="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001954089-1024x573-1.jpg" alt="" class="wp-image-15959" srcset="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001954089-1024x573-1.jpg 1024w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001954089-300x168-1.jpg 300w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001954089-768x430-1.jpg 768w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001954089-1536x860-1.jpg 1536w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/09/1001954089-2048x1147-1.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau <em>molding</em> ini biasanya mesinnya, sedangkan <em>woodworking</em> itu pekerjaannya. Sebenarnya sama saja,&#8221; ujar Azharin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, ISWA menaungi banyak pelaku usaha di sektor kayu olahan. Jumlah perusahaan yang tergabung disebut mencapai ratusan dan memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau perusahaan, kita ada ratusan. Kita juga banyak terkait dengan beberapa kementerian, terutama untuk masalah perkayuan, seperti Kementerian Kehutanan, Perindustrian, Perdagangan, dan kementerian lainnya,&#8221; katanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kayu Tetap Memiliki Prospek</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Azharin menilai penggunaan kayu masih memiliki prospek di Indonesia meskipun saat ini tersedia berbagai material alternatif, termasuk baja ringan dan material konstruksi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, kayu tetap diminati karena memiliki karakteristik tersendiri dan digunakan dalam berbagai kebutuhan, khususnya produk bangunan dan interior.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kayu ini masih tetap bisa dipakai. Bahan pengganti memang banyak, seperti baja ringan dan lainnya, tetapi kayu masih diminati para pengguna,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga melihat penggunaan kayu dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan isu lingkungan yang semakin mendapat perhatian global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kayu memang perlu. Saya pikir kita kembali menggunakan kayu itu untuk menekan pemanasan global, menuju <em>net zero carbon</em>,&#8221; ujarnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Mesin Modern Pangkas Ketergantungan Tenaga Manual</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hal yang menjadi sorotan Azharin dalam IFMAC &amp; WOODMAC 2026 adalah perkembangan teknologi mesin perkayuan yang semakin tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai mesin yang dipamerkan menawarkan proses produksi dengan tingkat presisi tinggi dan memungkinkan pelaku usaha mengurangi ketergantungan terhadap proses manual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Banyak mesin-mesin yang sudah menggunakan teknologi tinggi. Tidak perlu lagi menggunakan tenaga kerja terlalu banyak dan prosesnya sangat presisi,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengolahan kayu, mulai dari pembuatan pintu, jendela, komponen bangunan, hingga produk berbasis <em>plywood</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Memang pekerjaannya banyak digunakan untuk bahan bangunan, khususnya membuat pintu, jendela dan macam-macam. Ada juga <em>plywood</em>,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Azharin juga menyoroti kehadiran produsen mesin dari China dalam pameran tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai teknologi tersebut memberikan kesempatan bagi pengusaha Indonesia untuk melihat dan mengadopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industrinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau berminat dengan teknologi yang lebih maju, bisa menggunakan nilai tambah yang lebih baik,&#8221; ujarnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">ISWA Dorong Pelaku Industri Melek Teknologi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Azharin berharap IFMAC &amp; WOODMAC 2026 dapat membuka wawasan pelaku industri perkayuan Indonesia terhadap perkembangan teknologi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pameran bukan hanya menjadi tempat mempertemukan produsen mesin dengan calon pengguna, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memahami arah perkembangan industri perkayuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita harapkan pameran ini membukakan wacana bagi para pengunjung. Bagaimana melihat teknologi mesin-mesin yang sudah maju dan bisa digunakan untuk industri perkayuan,&#8221; pungkas Azharin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan semakin berkembangnya teknologi <em>woodworking</em> dan <em>molding</em>, industri kayu olahan Indonesia dihadapkan pada peluang untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas, presisi, dan nilai tambah agar mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. (P)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/iswa-teknologi-mesin-perkayuan-jadi-kunci-tingkatkan-nilai-tambah-industri-kayu-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampus Berdampak dan Desa Berdaya: Membangun Ekosistem Kesejahteraan Berbasis Sains dan Teknologi menuju Indonesia Emas 2045</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/kampus-berdampak-dan-desa-berdaya-membangun-ekosistem-kesejahteraan-berbasis-sains-dan-teknologi-menuju-indonesia-emas-2045/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/kampus-berdampak-dan-desa-berdaya-membangun-ekosistem-kesejahteraan-berbasis-sains-dan-teknologi-menuju-indonesia-emas-2045/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 12:54:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15905</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta Di bulan September 2026 ini, ada kegelisahan yang muncul dalam diri penyusun ketika menyaksikan berbagai berita di media tentang&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta</strong> Di bulan September 2026 ini, ada kegelisahan yang muncul dalam diri penyusun ketika menyaksikan berbagai berita di media tentang perubahan cuaca yang terjadi di berbagai belahan bumi. Kemarau panjang dan cuaca panas telah menimbulkan dampak luas. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, hingga persoalan kesehatan akibat buruknya kualitas udara menjadi kenyataan yang semakin sering kita saksikan. Indonesia pun tidak luput dari kondisi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah situasi itu, perhatian penyusun tertuju kepada tanggal 16 September yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Ozon Sedunia. Peringatan ini sebetulnya bisa dimaknai membawa pesan penting agar manusia sebagai penghuni planet bumi semakin peduli terhadap kondisi lingkungan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lapisan ozon merupakan pelindung bumi dari sebagian radiasi ultraviolet (UV) matahari berlebih yang berbahaya. Kerusakan lapisan ozon yang terjadi secara serius di beberapa wilayah dunia telah menjadi peringatan bahwa kerusakan tersebut sebagian besar disebabkan dari aktivitas manusia di bumi yang memengaruhi sistem atmosfer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, konsentrasi gas rumah kaca yang meningkat juga berasal dari berbagai aktivitas manusia, sehingga makin menambah terjadinya efek rumah kaca dan mendorong kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan perlindungan ozon dan perubahan iklim keduanya sama-sama mengingatkan manusia tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Salah satu contoh yang cukup signifikan terhadap kedua hal di atas ada di sekitar kita dan sangat dibutuhkan, terutama oleh masyarakat di perkotaan di manapun berada di muka bumi ini, adalah ketergantungan manusia terhadap AC, refrigerator, dan berbagai mesin pendingin atau pembeku lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi ini populer dan sangat dibutuhkan karena bermanfaat untuk kenyamanan, kesehatan, penyimpanan, serta pengawetan pangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, penggunaan energi yang besar serta jenis refrigeran tertentu ternyata juga memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. Pertanyaannya kemudian: Bagaimana manusia dapat menikmati kemajuan teknologi yang dengan cepat terus berkembang tanpa merusak bumi yang menjadi tempat kehidupannya? Pertanyaan itu menjadi bahan renungan kita semua dalam memaknai peringatan Hari Ozon Sedunia 16 September 2026 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">INDONESIA: ANUGERAH TUHAN YANG LUAR BIASA<br>Sesungguhnya, jika melihat Indonesia dari perspektif anugerah alam, kita seperti sedang melihat sebuah negeri yang memperoleh modal kehidupan yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Indonesia berada di kawasan khatulistiwa, sehingga memperoleh energi matahari sepanjang tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wilayahnya merupakan perpaduan daratan dan lautan yang sangat luas, dengan garis pantai yang sangat panjang, kekayaan laut, hutan tropis, keanekaragaman hayati, tanah yang subur di berbagai wilayah karena aktivitas vulkanik, serta kandungan mineral di dalam bumi yang beragam dan bernilai strategis. Indonesia juga memiliki penduduk dengan populasi yang besar. Jika dikelola dengan baik, penduduk yang banyak tersebut bukan hanya menjadi konsumen, tetapi merupakan modal sumber daya manusia, pasar, tenaga produktif, dan kekuatan inovasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka muncul pertanyaan yang terus menggelitik: Setelah 81 tahun merdeka, mengapa Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara maju yang adil dan makmur, serta belum bisa masuk dalam jajaran sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam pertanian, kelautan, energi, industri, dan berbagai hasil kekayaan alam lainnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas pertanyaannya, apakah kita kekurangan sumber daya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasanya bukan. Apakah kita kekurangan potensi? Jelas tidak. Mungkin persoalannya terletak pada bagaimana potensi tersebut dikelola. Kegelisahan itulah yang semestinya menjadi bahan pemikiran untuk dicarikan pemecahannya. Guna mendiskusikan hal tersebut, penyusun berkunjung menemui seorang akademisi yang juga relasi lama, yaitu Prof. Ridwan (Universitas Gunadarma), yang berada di Depok di akhir pekan pasca peringatan Hari Ozon Sedunia ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SECANGKIR KOPI, BERBICARA TENTANG INDONESIA<br>Suasana pertemuan berlangsung informal. Tidak ada podium, tidak ada presentasi, dan tidak ada suasana seminar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya obrolan santai antara dua orang sahabat lama yang sama-sama memikirkan tentang makna peringatan Hari Ozon Sedunia 16 September 2026 yang baru berlalu, dikaitkan dengan masa depan Indonesia untuk generasi anak cucu kita kelak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi cerita ringan dari penyusun ini, Prof. Ridwan kemudian mengatakan bahwa persoalan tersebut sebaiknya tidak dilihat secara sektoral, tapi coba dilihat dari sudut pandang tiga unsur:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Air, pangan, energi, dan lingkungan itu saling berkaitan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan sederhana tersebut kemudian membawa pembicaraan kepada sebuah konsep yang kini banyak digunakan dalam pembangunan berkelanjutan, yaitu WEF (Water-Energy-Food) Nexus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AIR, PANGAN DAN ENERGI: SEBUAH NEXUS KEHIDUPAN<br>Secara sederhana, teori WEF Nexus menjelaskan bahwa air, energi, dan pangan memiliki hubungan timbal balik yang sangat erat. Pangan membutuhkan air dan energi. Air membutuhkan energi untuk dipompa, diolah, dan didistribusikan. Energi dalam berbagai sistem produksinya juga berkaitan dengan air dan sumber daya alam. Karena itu, ketiganya tidak tepat apabila dalam tata kelola dibuat secara terpisah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, pembicaraan tersebut jadi teringat kepada sebuah hadis Rasulullah SAW:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api.” (HR. Ibnu Majah No. 2472).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks kehidupan, air merupakan kebutuhan dasar kehidupan, padang rumput dapat dipahami dalam konteks sumber pangan dan pakan, sedangkan api dapat dimaknai secara luas sebagai sumber energi, demikian ungkap Prof. Ridwan. Tentu hadis tersebut bukanlah teori Nexus dalam pengertian ilmiah modern. Namun, terdapat pesan moral yang sangat relevan jadi bahan renungan bahwa ketiga sumber dasar kehidupan ini memiliki dimensi kepentingan bersama dan harus dikelola secara bertanggung jawab, ujar beliau sambil tersenyum namun terlihat serius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembicaraan kemudian berlanjut kepada menelisik hal yang pernah disampaikan sebagai arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian besar adalah kedaulatan pangan, energi, dan air, yang berkaitan langsung dengan kedaulatan bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Teori Nexus, ketahanan atau swasembada pangan, energi, dan air seharusnya tidak ditempatkan sebagai program yang berdiri sendiri. Ketiganya harus dirancang sebagai satu sistem ketahanan nasional:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketahanan pangan membutuhkan ketersediaan air dan energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketahanan energi harus memperhatikan keberlangsungan sumber daya dan lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketahanan air menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat, pertanian, industri, dan ekosistem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, gagasan swasembada pangan, energi, dan air memiliki hubungan yang sangat kuat dengan prinsip WEF (Water-Energy-Food) Nexus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KAYA ALAM, JANGAN HANYA DIEKSPLOITASI<br>Menurut Prof. Ridwan, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan kekayaan. “Yang penting adalah konsep pengelolaannya,” kataya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hutan tidak boleh hanya dilihat sebagai kayu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laut tidak boleh hanya dilihat sebagai ikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanah tidak boleh hanya dilihat sebagai lahan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Air tidak boleh hanya dilihat sebagai komoditas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mineral tidak boleh hanya dilihat sebagai bahan tambang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semuanya adalah bagian dari ekosistem kehidupan. Karena itu, pembangunan Indonesia ke depan seharusnya tidak menggunakan paradigma eksploitasi sebesar-besarnya, melainkan paradigma pemanfaatan yang menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita mengambil manfaat dari alam, tetapi pada saat yang sama menjaga kemampuan alam untuk terus memberikan manfaat kepada generasi berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">DARI POTENSI ALAM MENUJU HILIRISASI SAINTEK<br>Potensi alam yang luar biasa membutuhkan konsep pengelolaan yang luar biasa pula. Indonesia membutuhkan para pemegang kekuasaan, pemimpin pemerintahan, teknokrat dan elite politik yang mumpuni, berintegritas, profesional dan memahami amanah rakyat. Kekayaan alam yang besar tanpa tata kelola yang baik justru dapat menjadi sumber persoalan. Karena itu, penempatan seseorang pada posisi strategis negara seharusnya tidak semata-mata berdasarkan kedekatan, kepentingan kelompok atau pertimbangan politik jangka pendek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompetensi, integritas, pengalaman dan rekam jejak harus menjadi dasar utama. Dengan kata lain, prinsip merit harus benar-benar menjadi acuan dalam menempatkan orang pada berbagai posisi strategis negara dan lembaga publik. Indonesia tidak boleh terus-menerus menjadi negara yang hanya mengambil bahan mentah dari alam kemudian menjualnya dengan nilai tambah rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita harus membangun hilirisasi berbasis sains dan teknologi.Hilirisasi tidak hanya menyangkut mineral. Ia harus masuk ke berbagai potensi Indonesia:pangan, air, energi, pertanian, kelautan, biomassa, biodiversitas, teknologi pendinginan, lingkungan dan teknologi tepat guna. Dengan demikian, rantai nilainya menjadi : Potensiَ alamَ→َrisetَ→َteknologiَ→َinovasiَ→َprodukَ→َindustri / UMKMَ→َlapangan َ kerjaَ→َ kesejahteraanَ→َdampak.<br>EMPAT GENERASI PERGURUAN TINGGI: TEACHING, RISET, UMKM, BERDAMPAK<br>Pembicaraan selanjutnya masuk pada bagian di mana penyusun teringat pada pemikiran Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara (yang kembali disampaikan secara singkat pada sambutan acara pelantikan Pengurus IA-ITB Jakarta, 3 September 2026 di Hotel Four Seasons Jakarta) mengenai evolusi peran perguruan tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara sederhana, perkembangan generasi tersebut dapat dipahami melalui empat tahapan:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teaching (Pendidikan): Perguruan tinggi berperan utama dalam pendidikan dan menghasilkan lulusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Research (Riset): Kampus berkembang sebagai pusat penelitian dan penghasil ilmu pengetahuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UMKM / Entrepreneurship (Kewirausahaan): Pengetahuan dan hasil riset mulai diarahkan menjadi inovasi, kewirausahaan, dan nilai ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdampak (Impact): Perguruan tinggi tidak berhenti pada pendidikan, riset, atau produk inovasi, tetapi memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menyelesaikan persoalan bangsa secara nasional maupun global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut diskusi santai dengan Prof. Ridwan tersebut, tahap keempat inilah yang sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini. Kampus tidak cukup hanya menghasilkan jurnal. Kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan. Kampus harus mampu menjawab pertanyaan: Apa dampak ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita hasilkan bagi masyarakat?</p>



<p class="wp-block-paragraph">KAMPUS HARUS BERTEMU DESA: ESG SEBAGAI KPI KEPEMIMPINAN<br>Sebagai sebuah negara yang luas, Indonesia memiliki ribuan desa dan kelurahan dengan potensi serta persoalan yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, hilirisasi saintek harus sampai ke tingkat masyarakat. Di sinilah POSYANTEK (Permen Desa &amp; PDTT No. 23/2017) dapat memainkan peran strategis sebagai salah satu simpul penerapan dan pelayanan teknologi tepat guna di desa/kelurahan. Kampus menghasilkan pengetahuan. Lembaga riset menghasilkan inovasi. Industri dan UMKM mengembangkan produk. POSYANTEK membantu mendekatkan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah menciptakan kebijakan dan ekosistem pendukung. Jika seluruhnya terhubung, maka terbentuk sebuah ekosistem: : Kampusَ →َ Riset َ →َ Teknologi َ →َ Posyantek َ →َ Desa/UMKM َ →َ Industriَ →َ Produk َ → َ Masyarakat َ → َ Dampak. Inilah bentuk nyata hilirisasi saintek yang berdampak NASIONAL. Prof. Ridwan juga menyampaikan gagasan penting mengenai tatakelola masa depan, bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin atau sebuah lembaga tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi atau capaian fisik. Prinsip ESG — Environmental, Social and Governance — perlu semakin diperkuat sebagai bagian dari Key Performance Indicator (KPI) bagi pimpinan lembaga, organisasi publik maupun dunia usaha. Setiap kebijakan seharusnya mampu menjawab tiga pertanyaan:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Environmental: Apakah menjaga lingkungan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Social: Apakah memberikan manfaat bagi masyarakat?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Governance: Apakah dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan bertanggung jawab?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan ukuran seperti itu, papar beliau, maka pembangunan tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PENUTUP: PESAN UNTUK GENERASI PENERUS (ANUGERAH YANG HARUS MENJADI AMANAH)<br>Menjelang berakhirnya bincang-bincang sore itu, Prof. Ridwan berpesan agar generasi penerus tidak kehilangan optimisme. Justru berbagai persoalan bangsa harus dilihat sebagai ruang untuk berkreasi. Indonesia membutuhkan generasi yang optimistis, berani, bersemangat, kreatif, dan inovatif—generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta teknologi; tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi produsen; tidak hanya menjual sumber daya alam, tetapi menciptakan nilai tambah melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan yang terpenting, pesan beliau yang memperkuat pemikiran Prof. Tatacipta Dirgantara (Rektor ITB) di atas: “Jangan berhenti pada inovasi. Inovasi harus menghasilkan dampak.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika penyusun pamit meninggalkan tempat pertemuan, renungan makna peringatan Hari Ozon Sedunia 16 September 2026 membawa pulang sebuah keyakinan baru bahwa Indonesia sebenarnya tidak kekurangan modal. Kita memiliki matahari, air, tanah, laut, hutan, mineral, biodiversitas, dan manusia. Yang diperlukan adalah konsep pengelolaan yang tepat, pemimpin yang kompeten dan amanah, serta generasi yang berani mengubah ilmu pengetahuan menjadi teknologi dan teknologi menjadi dampak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemarau panjang, kekeringan, dan karhutla yang masih kita saksikan hari ini seharusnya menjadi pengingat bahwa manusia tidak dapat hidup di luar sistem alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Begitu pula peringatan Hari Ozon Sedunia setiap 16 September seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia perlu menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi harus berjalan bersama tanggung jawab terhadap bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Air, pangan, dan energi adalah kebutuhan dasar. Lingkungan adalah penyangga kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah alat untuk meningkatkan nilai tambah. Dan kepemimpinan yang baik adalah kunci agar semuanya dikelola untuk kepentingan rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, dalam peringatan Hari Ozon Sedunia 16 September 2026, mungkin pesan yang paling sederhana adalah:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Indonesia tidak cukup hanya kaya sumber daya alam. Indonesia harus menjadi kaya ilmu pengetahuan, kaya teknologi, kaya inovasi, dan kaya nilai tambah—dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem sebagai sumber kehidupan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Swasembada pangan, energi, dan air harus dibangun sebagai satu kesatuan Nexus. Perguruan tinggi harus bergerak dari teaching dan research menuju kewirausahaan dan akhirnya menjadi kampus yang berdampak. Riset harus dihilirisasikan, POSYANTEK di desa/kelurahan harus diperkuat, UMKM dan industri harus naik kelas, dan setiap pemimpin harus bekerja berdasarkan kompetensi, merit, integritas, serta ukuran ESG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika semua itu dapat disinergikan, anugerah alam Indonesia tidak berhenti menjadi kekayaan yang kita warisi, tetapi berubah menjadi kesejahteraan yang kita ciptakan dan amanah yang kita wariskan kepada generasi berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bumi adalah tempat kita hidup, Indonesia adalah amanah yang kita kelola, dan generasi mendatang adalah pihak yang akan menilai apakah amanah itu telah kita jaga.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Tatang Hidayat<br>Narasumber : Prof.Ridwan (Universitas Gunadarma, Depok)<br>Editor : Supriyadi,S.E.,MM (Universitas Pertiwi)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/kampus-berdampak-dan-desa-berdaya-membangun-ekosistem-kesejahteraan-berbasis-sains-dan-teknologi-menuju-indonesia-emas-2045/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tuna Indonesia Siap Mendunia, ATTEC Dorong Perdagangan Berkelanjutan dan Kolaborasi Anak Muda</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/tuna-indonesia-siap-mendunia-attec-dorong-perdagangan-berkelanjutan-dan-kolaborasi-anak-muda/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/tuna-indonesia-siap-mendunia-attec-dorong-perdagangan-berkelanjutan-dan-kolaborasi-anak-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:31:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15684</guid>

					<description><![CDATA[Sekjen ATTEC Rama Auwines menilai produk tuna nasional perlu mengedepankan prinsip sustainable dan traceable agar semakin bersaing di pasar global.&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sekjen ATTEC Rama Auwines menilai produk tuna nasional perlu mengedepankan prinsip sustainable dan traceable agar semakin bersaing di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Nusantarabicara.com, Jakarta, 17 September 2026 </strong></em>– Industri tuna Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing di pasar global melalui pengembangan perdagangan yang berkelanjutan, dapat ditelusuri, serta didukung kolaborasi berbagai pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penilaian itu disampaikan Sekretaris Jenderal Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC), Rama Auwines, dalam kegiatan bertema “Indonesian Tuna Sustainable, Traceable &amp; Ready for the Global Market” di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rama, keikutsertaan pelaku usaha dalam kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum memperluas akses pasar dan perdagangan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita ke sini punya gawe Pemda DKI. Tapi tentunya DKI ini bagian dari Indonesia. Harapannya dapat meningkatkan perdagangan Indonesia. Tahun lalu angkanya cukup signifikan dan transaksi yang terjadi juga cukup berhasil,” ujar Rama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan perdagangan dan pameran tidak lepas dari proses kurasi peserta. Menurutnya, pelaku usaha yang mengikuti kegiatan telah melalui kurasi, sehingga produk dan bisnis yang ditampilkan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang ikut rata-rata adalah anggota yang sudah dikurasi oleh Pemda DKI dan mereka ikut pameran di sini. Jadi memang sudah diperhatikan dan dipersiapkan,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dorong Anak Muda Manfaatkan Peluang Usaha</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain aspek perdagangan, Rama menilai pameran dan forum bisnis berperan penting membuka peluang bagi generasi muda. Ia menyebut efisiensi anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan tidak seharusnya menghilangkan tujuan menciptakan dampak ekonomi, terutama bagi anak muda yang kreatif dan mampu membangun usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap event pasti punya target, salah satunya bagaimana mendapatkan pekerjaan dan membuka peluang bagi anak-anak muda. Karena anak-anak muda sekarang sangat kreatif dan bisnisnya juga berkembang,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rama, kreativitas generasi muda dapat menjadi modal penting untuk membangun usaha baru apabila mendapatkan ruang, akses, serta kesempatan berkolaborasi dengan dunia usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita mencari sisi positifnya, banyak sekali yang bisa kita lihat bersama dari anak-anak muda di Jakarta. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menambah peluang untuk kolaborasi dan kerja sama, sehingga mereka bisa mendirikan usaha yang lebih baik lagi,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai Ketua Pelaksana ATTEC 2026, Rama berharap seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentunya kami berharap acara ini sukses dan bisa memberikan yang terbaik, memberikan kontribusi baik untuk Jakarta maupun Republik Indonesia,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda menjadi salah satu kunci memperkuat ekosistem perdagangan Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, Indonesia diharapkan semakin mampu memperkenalkan produk unggulan nasional, termasuk komoditas tuna, dengan mengedepankan prinsip sustainable, traceable, dan siap bersaing di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan ekosistem ini sekaligus menjadi peluang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar produk Indonesia, serta menciptakan kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda. (P)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/tuna-indonesia-siap-mendunia-attec-dorong-perdagangan-berkelanjutan-dan-kolaborasi-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kota Bekasi Bangun Jaringan Kabel Bawah Tanah 290 Km, Tata Kota Lebih Rapi dan Aman</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/kota-bekasi-bangun-jaringan-kabel-bawah-tanah-290-km-tata-kota-lebih-rapi-dan-aman/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/kota-bekasi-bangun-jaringan-kabel-bawah-tanah-290-km-tata-kota-lebih-rapi-dan-aman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 03:41:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15559</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI, Nusantarabicara.com &#8212; Pemerintah Kota Bekasi mulai merealisasikan pembangunan jaringan kabel telekomunikasi bawah tanah sebagai bagian dari penataan infrastruktur digital&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>BEKASI,  Nusantarabicara.com</em></strong>  &#8212;  Pemerintah Kota Bekasi mulai merealisasikan pembangunan jaringan kabel telekomunikasi bawah tanah sebagai bagian dari penataan infrastruktur digital perkotaan. Proyek ini akan membentang sepanjang 290 kilometer dan mencakup ratusan ruas jalan strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembangunan tersebut diawali melalui kerja sama antara PT Mitra Patriot dan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN), yang akan menggarap sistem ducting telekomunikasi di 168 ruas jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi atas semrawutnya kabel udara yang selama ini dinilai mengganggu estetika kota sekaligus berisiko bagi keselamatan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, menegaskan bahwa pembangunan jaringan ducting bawah tanah bertujuan menata infrastruktur telekomunikasi agar lebih rapi, aman, dan mendukung perkembangan teknologi digital di Bekasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami berharap kabel-kabel yang selama ini menjuntai dapat diturunkan secara bertahap ke bawah tanah, sehingga kota menjadi lebih tertata dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin,” ujarnya usai penandatanganan kerja sama, Senin (20/4/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut David, proyek ini tidak membebani keuangan pemerintah karena seluruh pembiayaan berasal dari pihak investor, yakni PT Infrastruktur Cerdas Nusantara. Dengan skema tersebut, pembangunan dapat berjalan tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjanjian kerja sama, pembagian keuntungan ditetapkan sebesar 90 persen untuk investor dan 10 persen untuk PT Mitra Patriot.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari porsi tersebut, lebih dari separuhnya akan disetorkan ke Pemerintah Kota Bekasi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara sisanya dialokasikan untuk pengembangan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model kemitraan ini dinilai mampu menghadirkan inovasi pembiayaan infrastruktur, di mana pembangunan tetap berjalan tanpa membebani anggaran daerah, namun tetap memberikan kontribusi ekonomi bagi pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek ducting telekomunikasi ini ditargetkan rampung dalam waktu empat tahun. Pada tahap awal, pembangunan sepanjang 70 kilometer ditargetkan selesai dalam satu tahun pertama atau sekitar April 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah selesai, jaringan bawah tanah tersebut akan dimanfaatkan oleh berbagai operator telekomunikasi guna meningkatkan kualitas layanan serta mendukung transformasi digital di Kota Bekasi. (Agus)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/kota-bekasi-bangun-jaringan-kabel-bawah-tanah-290-km-tata-kota-lebih-rapi-dan-aman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Jasfren Ride, Jasa Raharja Ajak Masyarakat Berkendara Aman, Berbagi, dan Peduli Keselamatan</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/the-jasfren-ride-jasa-raharja-ajak-masyarakat-berkendara-aman-berbagi-dan-peduli-keselamatan/</link>
					<comments>https://nusantarabicara.com/the-jasfren-ride-jasa-raharja-ajak-masyarakat-berkendara-aman-berbagi-dan-peduli-keselamatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 13:04:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15530</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Nusantarabicara -– PT Jasa Raharja (Persero) menggelar “The Jasfren Ride” sebagai bagiandari upaya membangun kepedulian terhadap keselamatan transportasi sekaligus&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Jakarta, Nusantarabicara</strong>  </em> -–  PT Jasa Raharja (Persero) menggelar “The Jasfren Ride” sebagai bagian<br>dari upaya membangun kepedulian terhadap keselamatan transportasi sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (13/9/2026) tersebut diikuti sekitar 70 riders dengan mengusung tiga pesan utama, yakni Safety Riding, Solidarity Sharing, dan Community Caring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan dimulai dari Kantor Pusat Jasa Raharja dengan safety briefing dan doa<br>bersama sebelum peserta melakukan perjalanan, Selain mendorong peserta dan<br>pengguna jalan raya menerapkan keselamatan berkendara, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi solidaritas melalui penggalangan donasi untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta pembagian helm SNI pengendaran Ojol sebagai bagian dari edukasi keselamatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa The<br>Jasfren Ride tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan berkendara bersama. Lebih<br>dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan semangat<br>keselamatan dengan kepedulian sosial.<br>“Kita mulai dari safety riding, bagaimana kita berkendara dengan aman dan tertib.<br>Kemudian sharing, bagaimana kepedulian itu kita wujudkan dengan berbagi kepada<br>sesama. Dari sana kita membangun caring, yaitu kepedulian yang lebih luas terhadap keselamatan masyarakat,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Awaluddin, keselamatan transportasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai pengguna jalan. Karena itu, kegiatan bersama komunitas menjadi salah satu ruang untuk membangun kesadaran bahwa<br>keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu institusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat tersebut sejalan dengan The Spirit of Jasfren, yang dibangun melalui tiga<br>nilai, yakni Protection, Prevention, dan Participation. Ketiganya menjadi satu kesatuan dalam mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya perlindungan, mencegah risiko kecelakaan, sekaligus berpartisipasi dalam menciptakan keselamatan transportasi. “Kami berharap semangat ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Karena keselamatan transportasi adalah tujuan yang harus terus kita bangun<br>bersama,” imbuh Awaluddin. (Agus)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nusantarabicara.com/the-jasfren-ride-jasa-raharja-ajak-masyarakat-berkendara-aman-berbagi-dan-peduli-keselamatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gandeng Fujitsu, Alita Bawa Teknologi Sport Science Berbasis AI untuk Cetak Atlet Berprestasi Indonesia</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/gandeng-fujitsu-alita-bawa-teknologi-sport-science-berbasis-ai-untuk-cetak-atlet-berprestasi-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 06:22:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=15388</guid>

					<description><![CDATA[​JAKARTA, Nusantarabicara — Langkah transformatif tengah disiapkan bagi dunia olahraga nasional. PT Alita Praya Mitra (Alita) resmi menjajaki kerja sama&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>​JAKARTA,  Nusantarabicara</strong>  —  Langkah transformatif tengah disiapkan bagi dunia olahraga nasional. PT Alita Praya Mitra (Alita) resmi menjajaki kerja sama strategis dengan raksasa teknologi asal Jepang, Fujitsu, guna memboyong teknologi sport science berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke tanah air.<br>​Inisiatif besar ini diungkapkan oleh Komisaris Utama PT Alita sekaligus Presiden Pengurus Besar Senam Indonesia (PB Persani), Ita Yuliati, di sela-sela gelaran Indonesia Sports Summit (ISS) di Jakarta Convention Center (JCC), 11/9/2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Ita menjelaskan, Alita sebagai perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT) melihat potensi besar pemanfaatan AI untuk mendongkrak performa atlet nasional serta memajukan industri olahraga Indonesia.<br>​&#8221;Fujitsu memiliki teknologi scoring system berbasis AI yang telah teruji pada ajang World Championship senam, serta mendukung National Training Center di Jepang. Dari situ kami melihat peluang besar untuk bekerja sama membawa teknologi sport science berbasis AI ini ke Indonesia,&#8221; ujar Ita Yuliati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Sebagai bentuk keseriusan, pihak Fujitsu telah bersurat kepada Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sekaligus Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk menyatakan komitmennya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini dinilai sangat momentum, seiring dengan rencana pemerintah membangun pusat pelatihan nasional (National Training Center) berskala besar di Bogor.<br>​Melalui platform teknologi bernama U-Fence, Fujitsu bersama jaringannya mengembangkan perangkat analisis olahraga mutakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi ini mampu menganalisis postur tubuh, kekuatan otot, hingga evaluasi latihan secara presisi untuk berbagai cabang olahraga seperti senam, golf, bisbol, hingga dayung (rowing). Menariknya, platform ini juga dirancang untuk membantu menjaga fleksibilitas dan keseimbangan tubuh kelompok lansia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Terkait kekhawatiran akan dampak AI, Ita menegaskan bahwa teknologi harus dipandang sebagai alat bantu positif. &#8220;AI bukan ancaman, melainkan tools yang sangat membantu, baik dari sisi analisis performa atlet maupun pemetaan bisnis,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Genjot Persiapan Atlet Senam Menuju Olimpiade<br>​Tak hanya membahas teknologi, Ita Yuliati turut memaparkan kesiapan atlet senam Indonesia dalam menghadapi ajang internasional. PB Persani saat ini membina empat atlet (dua putra dan dua putri) dalam program pelatihan jangka panjang menuju kualifikasi Olimpiade.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Sebagai bagian dari program tersebut, dua atlet putra dijadwalkan bertolak ke Jepang pada 17 bulan ini untuk menjalani training camp intensif hingga Desember mendatang. Sementara untuk Asian Games, Indonesia mengirimkan dua atlet terbaik dari disiplin artistik dan ritmik yang telah lolos kualifikasi ketat di Asian Championship.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Selain persiapan kompetisi, Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah ajang internasional 1st Asian Gym for All Festival. Event yang memadukan keindahan senam dan seni tari ini akan digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 16–18 Oktober mendatang dengan partisipasi dari berbagai negara seperti Denmark, Jepang, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, hingga Korea Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Menutup keterangannya, Ita mengapresiasi tinggi gelaran Indonesia Sports Summit yang makin megah dan dinamis. Ia berharap ajang ini terus konsisten mendorong kemajuan ekosistem dan industri olahraga di Indonesia. (P)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DSA dr. Terawan Menjadi Magnet Bagi Penanganan Stroke dan Pembuluh Darah Tingkat Lanjut di RSPPN</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/dsa-dr-terawan-menjadi-magnet-bagi-penanganan-stroke-dan-pembuluh-darah-tingkat-lanjut-di-rsppn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:14:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=11600</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Nusantarabicara.com &#8212; Sebuah rekor pelayanan kesehatan pecah di tengah momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pusat Rehabilitasi  Kesehatan Pertahanan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Nusantarabicara.com</strong>   &#8212;   Sebuah rekor pelayanan kesehatan pecah di tengah momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pusat Rehabilitasi  Kesehatan Pertahanan (Pusrehabkesan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia. Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) mencatatkan lonjakan kunjungan pasien hingga lebih dari 100 persen dalam setahun terakhir. Sinyal kuat bahwa kepercayaan publik terhadap institusi medis pertahanan negara ini tengah berada di titik tertinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​”Pada pertengahan 2025,poliklinik kami melayani sekitar 800 sampai 1.000 pasien per hari. Hari ini,angka itu mendobrak lebih dari 2.000 pasien setiap harinya,”ungkap Plt. Kepala Pusat Rehabilitasi&nbsp; Kesehatan Pertahanan (Kapusrehabkeshan) Kemhan,Brigadir Jenderal TNI dr. Sunaryo Kusumo,M.Kes.,Sp.OT., Subsp.P.L. (K),pada Sabtu (04/07/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Brigjen Sunaryo menuturkan,angka 2.000 jiwa per hari ini bukan sekadar deretan statistik mati. Di dalamnya ada detak jantung manusia,ada ribuan harapan kesembuhan,dan kepercayaan penuh dari masyarakat jelata hingga personel pertahanan yang berhasil dirawat oleh tangan- tangan dingin tim medis Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN).</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Robotik Medis hingga Duet DSA dan Stem Cell<br>&#8220;Mengapa masyarakat berbondong- bondong datang? Jawabannya,kata dr. Sunaryo,ada pada keberanian RSPPN mengadopsi lompatan teknologi medis mutakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dipelopori oleh Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto,Sp.Rad(K) RI di rumah sakit ini terbukti menjadi magnet utama bagi pasien yang membutuhkan penanganan stroke dan pembuluh darah tingkat lanjut. Tak puas sampai di situ,RSPPN juga membuka layanan stem cell (sel punca) yang pertumbuhannya berjalan sangat progresif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Menatap masa depan teknologi medis modern yang tak lepas dari kecerdasan buatan (AI), Kapusrehab membocorkan strategi besarnya tahun ini. “Tahun ini,sejumlah perangkat robotik akan tiba di rumah sakit kami. Targetnya jelas,kami siap mengeksekusi operasi-operasi berbasis robotik,”tegasnya secara lugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Namun,RSPPN tidak melupakan akar budaya bangsa. Di lantai 5 bangunan megah ini,mereka mendirikan Traditional Indonesia-China Medicine (TICM). Sebuah pusat integrasi herbal lokal dan pengobatan alternatif (seperti akupunktur dan tuina) yang dikembangkan langsung lewat kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Di Indonesia,pusat medis hibrida yang memadukan teknologi barat dan timur secara resmi baru ada dua: di UGM dan di RSPPN Kemhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tuk diketahui,Terapi DSA (Digital Subtraction Angiography) yang dipopulerkan oleh Prof. dr. Terawan Agus Putranto sering disebut oleh masyarakat sebagai metode &#8220;cuci otak&#8221; untuk membantu pemulihan pasien stroke. Dalam praktiknya, prosedur radiologi intervensi ini bertujuan untuk memvisualisasikan pembuluh darah dan memberikan tindakan medis tertentu guna melancarkan aliran darah di otak. (Git-Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sestama BNPB Pastikan Kesiapan Satgas Karhutla Riau, Tren Kebakaran Menuju Kondisi Kondusif</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/sestama-bnpb-pastikan-kesiapan-satgas-karhutla-riau-tren-kebakaran-menuju-kondisi-kondusif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 13:58:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=10260</guid>

					<description><![CDATA[Nusantara Bicara, Pekanbaru -– Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes. meninjau langsung penanganan kebakaran&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nusantara Bicara,  Pekanbaru</strong>  -–  Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes. meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peninjauan dilakukan untuk memantau perkembangan situasi karhutla di Riau serta mengecek kesiapan tim di lapangan dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertemuan tersebut, Rustian menerima paparan dari Komandan Satgas Udara Karhutla Riau, Kolonel Pnb Andry Setiawan. Berdasarkan laporan, penanganan karhutla di Riau menunjukkan tren positif. Tidak ada penambahan luas lahan terbakar dalam sepekan terakhir, dan kondisi di lapangan dinilai mulai terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rustian mengapresiasi kerja keras seluruh personel Satgas Karhutla Riau yang berhasil menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap kondisi ini dapat dipertahankan hingga musim kemarau berakhir, sehingga dampak kebakaran bisa ditekan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Riau menjadi wilayah prioritas karena rawan karhutla. Meski saat ini situasi aman, kami minta satgas tetap siaga dan mempersiapkan segala kebutuhan. BNPB siap mendukung tambahan sumber daya jika diperlukan,” ujar Rustian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usai koordinasi, Sestama BNPB juga meninjau alutsista yang digunakan untuk operasi udara. Tahun ini BNPB mengerahkan tujuh unit armada untuk operasi karhutla di Riau. Rinciannya, satu helikopter dan satu pesawat caravan untuk patroli udara, serta lima helikopter untuk operasi <em>water bombing</em>. Saat ini empat helikopter masih beroperasi di Riau, sementara satu unit diperbantukan untuk penanganan karhutla di Aceh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah dan satgas di lapangan agar penanganan karhutla berjalan cepat, terkoordinasi, dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan. (Agus)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIER Tawarkan Kawasan Industri Terintegrasi dan Berkelanjutan di International Industrial Week Indonesia 2026</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/sier-tawarkan-kawasan-industri-terintegrasi-dan-berkelanjutan-di-international-industrial-week-indonesia-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 19:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=9533</guid>

					<description><![CDATA[Nusantara Bicara, Jakarta &#8212; PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperkenalkan berbagai layanan dan produk unggulannya dalam ajang International Industrial&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nusantara Bicara,  Jakarta</strong>   &#8212;  PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperkenalkan berbagai layanan dan produk unggulannya dalam ajang International Industrial Week Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 3–6 Juni 2026. Kehadiran SIER dalam pameran ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan investasi dan memperkenalkan potensi kawasan industri yang dikelolanya kepada pelaku usaha nasional maupun internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Perwakilan SIER, Bayu, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini menawarkan empat lini bisnis utama yang menjadi tulang punggung layanan kepada investor dan pelaku industri.<br>“Produk unggulan kami ada empat, yaitu lahan industri siap bangun, bangunan pabrik siap pakai yang disewakan kepada investor, layanan pengolahan air limbah, serta ekosistem logistik yang mendukung aktivitas industri di dalam kawasan,” ujarnya di sela pameran, Rabu (3/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>SIER merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan PT Danareksa (Persero) sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa. Perusahaan berdiri pada 28 Februari 1974 dan menjadi salah satu kawasan industri tertua di Indonesia setelah kawasan industri Pulogadung di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Saat ini SIER mengelola kawasan industri seluas sekitar 932 hektare yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Timur. Kawasan utama berada di Surabaya dan Sidoarjo melalui Surabaya Industrial Estate Rungkut, sementara pengembangan terbesar berada di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) yang memiliki luas lebih dari 500 hektare. Selain itu, SIER juga tengah mengembangkan kawasan industri baru di Ngawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Menurut Bayu, kawasan industri di Surabaya saat ini telah berkembang menjadi bagian dari kawasan perkotaan sehingga ruang ekspansi semakin terbatas. Karena itu, pengembangan kawasan industri di Pasuruan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam mengakomodasi kebutuhan investor yang terus meningkat.<br>“Perkembangan industri masih cukup baik dan investor terus berdatangan. Namun kami memang menawarkan produk premium dengan infrastruktur yang terintegrasi, mulai dari jalan kawasan, utilitas, hingga sistem pengolahan limbah yang sudah tertata,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Bayu menjelaskan bahwa salah satu keunggulan kawasan industri yang dikelola SIER adalah kepastian legalitas lahan melalui skema Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL), yang dapat diperpanjang sesuai ketentuan pemerintah.<br>Dari sisi sektor industri, SIER mencatat pertumbuhan investasi dari berbagai bidang usaha, mulai dari industri pakan ternak, industri rokok, hingga sektor manufaktur bernilai investasi tinggi seperti industri aluminium.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Menghadapi tren industri masa depan, SIER juga mulai mengintegrasikan konsep industri hijau ke dalam pengembangan kawasan. Pemanfaatan energi terbarukan, dukungan terhadap penggunaan panel surya, hingga kesiapan infrastruktur untuk ekosistem kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Kami mengusung konsep Green, Modern, and Integrated. Industrinya diarahkan menjadi industri hijau, fasilitasnya modern, dan seluruh layanan terintegrasi dalam satu ekosistem kawasan,” ujar Bayu.<br>Selain menyediakan lahan industri, SIER terus memperluas penyediaan bangunan pabrik siap pakai yang dapat langsung digunakan investor. Perusahaan juga mengoptimalkan layanan pengolahan limbah serta memperkuat jaringan logistik yang menghubungkan kawasan industri dengan berbagai wilayah di Indonesia maupun pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Melalui partisipasi dalam International Industrial Week Indonesia 2026, SIER berharap dapat menarik lebih banyak investor sekaligus memperkuat peran kawasan industri Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan manufaktur nasional, jelasnya.(P)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPF Dorong Kolaborasi Industri Kemasan Wujudkan Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan</title>
		<link>https://nusantarabicara.com/ipf-dorong-kolaborasi-industri-kemasan-wujudkan-ekonomi-sirkular-dan-keberlanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 15:37:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nusantarabicara.com/?p=9526</guid>

					<description><![CDATA[Nusantara Bicara, Jakarta – Industri kemasan nasional didorong untuk semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penerapan konsep ekonomi sirkular&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nusantara Bicara, Jakarta</strong> – Industri kemasan nasional didorong untuk semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penerapan konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Hari Noegroho,  MM., IPU, promotion &amp; Partnership Director dari Indonesian Packaging Federation (IPF), usai tampil sebagai pembicara pada acara seminar dalam rangkaian pameran Internasional Industrial Week Indonesia 2026, di Ji Expo, Kemayoran Jakarta, Rabu (3/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Menurut Hari, penerapan kemasan berkelanjutan harus dimulai sejak tahap awal perancangan produk. Brand owner, pemasok material, perusahaan konversi kemasan, hingga pelaku daur ulang perlu duduk bersama untuk menentukan spesifikasi kemasan yang dapat didaur ulang dan mendukung prinsip ekonomi sirkular.<br>“Sejak awal harus diidentifikasi kebutuhan spesifikasi kemasan yang recyclable, penggunaan monomaterial, dan material yang mendukung konsep circular packaging. Ini membutuhkan diskusi dan kolaborasi antara brand owner, converter, serta material supplier agar proses komersialisasi dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="771" data-id="9529" src="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649300-1024x771.jpg" alt="" class="wp-image-9529" srcset="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649300-1024x771.jpg 1024w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649300-300x226.jpg 300w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649300-768x578.jpg 768w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649300-1536x1157.jpg 1536w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649300-2048x1542.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Ia menjelaskan bahwa selain memperhatikan aspek teknis, pengembangan kemasan berkelanjutan juga harus memenuhi berbagai regulasi yang berlaku. Dengan demikian, produk yang telah dikembangkan dapat langsung diterapkan secara komersial dan memberikan manfaat bagi seluruh rantai pasok industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Hari menambahkan, pengurangan jejak karbon (carbon footprint) serta penggunaan sumber daya yang lebih efisien menjadi bagian penting dalam transformasi industri kemasan menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="771" data-id="9530" src="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649248-1024x771.jpg" alt="" class="wp-image-9530" srcset="https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649248-1024x771.jpg 1024w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649248-300x226.jpg 300w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649248-768x578.jpg 768w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649248-1536x1157.jpg 1536w, https://nusantarabicara.com/wp-content/uploads/2026/06/1001649248-2048x1542.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Pemenuhan aspek sustainability harus menjadi semangat bersama. Kami terus mendorong pelaku industri untuk memahami secara nyata penerapan life cycle analysis terhadap suatu produk, mulai dari proses produksi hingga akhir masa pakainya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Menurutnya, industri saat ini tidak lagi dapat mengandalkan pola ekonomi linear yang berakhir pada pembuangan limbah. Sebaliknya, pendekatan ekonomi sirkular yang menekankan penggunaan kembali, daur ulang, dan efisiensi sumber daya harus menjadi arah pengembangan industri ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Hari menilai tren keberlanjutan akan menjadi peluang besar bagi perusahaan yang lebih awal berinvestasi dan mengadopsi teknologi ramah lingkungan.<br>“Ke depan ini akan menjadi peluang bagi industri yang sudah mengambil langkah lebih dini dalam mengimplementasikan konsep keberlanjutan. Selain menjaga daya saing, langkah tersebut juga menjadi kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Lebih lanjut, Hari menekankan pentingnya membangun komunikasi yang lebih erat di antara seluruh pemangku kepentingan industri kemasan. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan informasi yang kerap menghambat pengembangan inovasi dan investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Sebagai contoh, brand owner sering kali belum mengetahui pemasok yang memiliki teknologi material sirkular yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Di sisi lain, pelaku daur ulang juga membutuhkan kepastian pasar atau offtaker sebelum melakukan investasi dalam pengembangan kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>“Tidak ada pihak yang bisa bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi agar informasi dapat tersampaikan dengan baik. Ketika seluruh stakeholder saling terhubung, maka akan tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kemasan yang sirkular, berkelanjutan, dan sehat secara bisnis,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Melalui berbagai kegiatan edukasi dan forum diskusi, IPF berkomitmen untuk terus mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor kemasan nasional sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah tuntutan pasar global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, pungkasnya. (P)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
