Industri Waralaba Dinilai Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi, FLEI 2026 dan Cafe & Brasserie Expo Resmi Dibuka di JIExpo Kemayoran

Nusantara Bicara, JAKARTA — Pameran edisi ke-26 dan edisi ke-8 resmi dibuka di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/5/2026). Ajang yang berlangsung hingga 10 Mei 2026 itu menyoroti peran industri waralaba dan sektor gaya hidup dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.


President Director Panorama Media Royanto Handaya, mengatakan industri waralaba telah terbukti menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan bahkan membantu menopang ekonomi Indonesia, termasuk saat pandemi COVID-19. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas lima persen menjadi sinyal kuat bahwa daya tahan ekonomi nasional masih solid.
“Data resmi menunjukkan ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11 persen dan pertumbuhan kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen, tertinggi di negara-negara G20. Ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia masih kuat,” ujar Royanto dalam sambutannya pada pembukaan acara.

Royanto menjelaskan, kehadiran Cafe & Brasserie Expo yang kini berdiri sendiri dari FLEI bukan tanpa alasan. Menurut dia, sektor café dan brasserie tidak lagi sekadar bagian dari bisnis makanan dan minuman, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern dan ekonomi kreatif.


“Kami melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar sektor F&B. Di setiap cangkir kopi, teh, cokelat, atau wine ada craftsmanship, culture, dan value creation,” katanya.


Ia menambahkan, Cafe & Brasserie Expo pertama kali diselenggarakan pada 2016, sempat terhenti akibat pandemi, dan kini kembali hadir sebagai “perayaan gaya hidup modern”. Menurut Royanto,

kewirausahaan bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa saja, mulai dari generasi muda, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga para profesional yang ingin memiliki penghasilan tambahan.


“Pameran ini bukan hanya untuk melihat, tetapi mengambil keputusan. Bukan hanya mencari inspirasi, tetapi memulai langkah nyata,” ujarnya.


Sementara itu, Chairwoman Indonesia Franchising & Licensing Society atau Perhimpunan WALI, Levita Ginting Supit, menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai asosiasi untuk memajukan industri waralaba nasional.


Menurut Levita, penyederhanaan regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya waralaba-waralaba baru di Indonesia.


“Pelaku usaha kalau diribetkan dengan regulasi akan terhambat kreativitasnya untuk memulai bisnis baru. Kita punya tujuan yang sama, yaitu memajukan bisnis waralaba dan meningkatkan jumlah entrepreneur muda di Indonesia,” kata Levita.


Ia juga menyebut pihaknya selama ini aktif bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kadin, Hippindo, dan berbagai asosiasi lainnya guna memperkuat ekosistem bisnis waralaba nasional.


Penyelenggaraan FLEI 2026 dan Cafe & Brasserie Expo Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Ekonomi Kreatif, serta didukung berbagai asosiasi kopi, teh, dan cokelat di Indonesia.(P)

Tinggalkan Balasan