Rektor Universitas Islam Tasikmalaya, Dr. Ade Zainul Muttaqin (8/7/2026).
Jakarta, Nusantara Bicara – Rektor Universitas Islam Tasikmalaya, Dr. Ade Zainul Muttaqin, menyambut positif penandatanganan kerja sama antara PERADI Professional, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Universitas Indonesia (UI), serta 111 perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah naungan Kementerian Agama RI.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan organisasi profesi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan hukum dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini sangat positif bagi kami di perguruan tinggi. Ini menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem keadilan, terutama melalui peran fakultas hukum maupun fakultas syariah dalam memberikan advokasi kepada masyarakat,” ujar Ade Zainul Muttaqin usai menghadiri penandatanganan kerja sama di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, sinergi dengan PERADI Professional akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dengan organisasi profesi sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang hukum.
“Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat membangun jejaring dengan lembaga-lembaga profesional, khususnya PERADI Professional. Hal ini tentu akan memperkuat kompetensi mereka sebelum memasuki dunia kerja,” katanya.
Menurut Ade, selama ini perguruan tinggi lebih banyak memberikan penguatan dari sisi akademik dan teori. Kehadiran organisasi profesi seperti PERADI Professional akan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis yang dibutuhkan dalam menjalankan profesi hukum.
“Kolaborasi ini akan semakin mempererat hubungan antara dunia perguruan tinggi dengan organisasi profesi. Apa yang dipelajari mahasiswa di kampus dapat dipadukan dengan pengalaman praktik dari para profesional, sehingga lulusan kami memiliki kompetensi yang lebih baik di bidang hukum maupun advokasi,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai program konkret, seperti pelatihan, seminar, magang, hingga pendampingan profesi bagi mahasiswa.
“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi Media Nusantara Bicara)