Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) Terus Tumbuh Dan Memberikan Kontribusi Nilai Ekonomi Yang Cukup Besar Di Indonesia

Jakarta, Nusantarabicara.com -– Kontribusi jual beli mobil bekas di Indonesia dinilai memiliki potensi dan nilai ekonomi yang cukup besar, bahkan bisa lebih besar bila dibandingkan dengan pasar mobil baru.

Hal tersebut disampaikan Tony Septianto Anggota DPP bidang 2 yang bergerak di bagian Hubungan masyarakat, Media dan Digitalisasi, Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) kepada sejumlah awak media usai mengikuti Munas 2 AMBI tahun 2026 dan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMBI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Tony menyebutkan. Hal ini dikarenakan mobil bekas memiliki Harga yang lebih kompetitif serta kemudahan pembiayaan menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan bekas.

Menurut Tony, tingginya harga mobil baru membuat banyak masyarakat beralih ke mobil bekas yang menawarkan harga lebih terjangkau dengan kualitas yang masih baik.
“Pasar mobil bekas saat ini sangat besar. Bahkan potensinya bisa lebih tinggi dibandingkan mobil baru karena masyarakat masih sangat antusias membeli mobil bekas. Selain harganya lebih kompetitif, pembeli juga bisa memperoleh fasilitas kredit dengan uang muka (DP) yang lebih ringan,” ujarnya.


Tony juga menyoroti masih maraknya praktik perdagangan mobil bekas yang tidak jelas atau dikenal sebagai “pasar gelap” maupun penjual ilegal. Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong para pemilik showroom mobil bekas agar bergabung ke dalam organisasi.


“Kami mengajak seluruh pemilik showroom mobil bekas untuk bergabung dengan AMBI karena organisasi ini sudah berbadan hukum dan telah bekerja sama dengan sekitar 20 perusahaan pembiayaan. Dengan bergabung, pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan dukungan bisnis sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen,” katanya.


Menurutnya, keberadaan organisasi juga memudahkan para anggota saling berbagi informasi dan melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik yang merugikan industri.


“Kalau showroom-showroom bergabung ke AMBI, kita akan lebih mudah memfilter penjual yang tidak bertanggung jawab, memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha, dan saling memberikan informasi apabila ada hal-hal negatif di lapangan,” jelasnya.


Dari sisi pasar, Tony mengungkapkan bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa, sangat potensial dan prospek yang bagus untuk usaha mobil bekas, jelasnya.


Terkait hasil Musyawarah Nasional (Munas) AMBI 2026 yang kembali menetapkan Tjung Subianto sebagai Ketua Umum periode 2026–2029 secara aklamasi, Tony berharap kepemimpinan tersebut mampu membawa organisasi semakin berkembang.


“Kami berharap Bang Tjung Subianto dapat membawa AMBI menjadi organisasi yang semakin besar, semakin solid, memperluas networking anggota, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pelaku usaha mobil bekas di Indonesia,” ungkapnya. (P)

Tinggalkan Balasan