ERA Graharealty Tbk Optimis Perusahaan Serta Industri Properti Nasional Akan Tumbuh Lebih Baik


Nusantara Bicara, Jakarta – PT ERA Graharealty Tbk (ERA Indonesia) optimistis industri properti nasional masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik meski dihadapkan pada tantangan berupa penurunan daya beli masyarakat, koreksi harga properti di sejumlah wilayah, serta meningkatnya persaingan di pasar.


Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT ERA Graharealty Tbk, Darmadi Darmawangsa, dalam Paparan Publik Tahunan Perseroan yang digelar di Jakarta, Kamis (25/6/2026).


Menurut Darmadi, kondisi ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas 5 persen, inflasi terkendali, dan kebijakan moneter relatif stabil sehingga memberikan fondasi positif bagi sektor properti.


“Inflasi yang konsisten dan kebijakan moneter yang terjaga menciptakan lingkungan yang positif bagi pertumbuhan transaksi properti di Indonesia,” ujar Darmadi.


Memasuki semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tetap kuat. Namun demikian, pasar properti mulai menunjukkan sejumlah tantangan. Data kuartal pertama 2026 memperlihatkan harga properti nasional cenderung stagnan bahkan mengalami koreksi tipis di beberapa lokasi.


Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya jumlah properti yang tersedia di pasar, sementara pembeli menjadi semakin selektif dalam mengambil keputusan transaksi.


“Di banyak area terjadi peningkatan inventory dan penjualan yang melambat. Artinya, jumlah properti yang ditawarkan lebih banyak, sedangkan pembeli semakin selektif sehingga unit membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual,” katanya.


Meski demikian, ERA Indonesia melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk memperkuat strategi bisnis. Perseroan akan fokus pada perluasan jaringan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan transformasi digital guna memperkuat posisi sebagai salah satu jaringan broker properti terbesar di Indonesia.


Sepanjang 2025, ERA Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 30,87 persen menjadi Rp58,5 miliar dibandingkan Rp44,7 miliar pada tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat menjadi Rp1,48 miliar dari Rp462 juta pada 2024.


Selain itu, total aset perseroan naik menjadi Rp55,15 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp40,59 miliar.


Untuk tahun 2026, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi utama, antara lain memperkuat brand awareness melalui media digital dan media luar ruang, meningkatkan jumlah agen properti, mendorong penggunaan pemasaran digital oleh agen, serta menambah kantor broker baru melalui konversi merek lokal maupun pembukaan kantor cabang di wilayah potensial seperti Bali.


ERA juga akan memperkuat pelatihan bagi para agen melalui berbagai program nasional dan internasional guna meningkatkan profesionalisme dan daya saing.


Menurut Darmadi, teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis broker properti. Saat ini ERA Indonesia memiliki lebih dari 4.400 agen aktif yang terhubung dalam satu jaringan nasional dan internasional.


Melalui sistem digital yang terintegrasi, para agen dapat berbagi informasi properti dan calon pembeli secara lebih cepat sehingga memperluas peluang transaksi.


Ia mencontohkan keberhasilan investor asal Taiwan yang memperoleh informasi lahan pengembangan di Pontianak melalui jaringan ERA internasional dan akhirnya mempercayakan proses transaksi kepada agen ERA Indonesia.


“Teknologi tidak bisa berdiri sendiri. Teknologi harus dikombinasikan dengan jaringan yang telah dibangun puluhan tahun sehingga mampu menciptakan transaksi yang lebih cepat, aman, dan profesional,” jelasnya.


Darmadi menambahkan, salah satu keunggulan utama ERA adalah pengalaman lebih dari tiga dekade di industri broker properti Indonesia. Menurutnya, bisnis jasa properti tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, pemahaman hukum, serta kemampuan memberikan rasa aman dan ‘trust’ bagi penjual maupun pembeli.


Saat ini ERA Indonesia memiliki 104 kantor Member Broker dan 4.445 Marketing Associate yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Perseroan juga menjadi bagian dari jaringan ERA Asia Pacific yang hadir di 17 negara dengan ratusan kantor dan puluhan ribu agen properti.


Dengan kombinasi jaringan yang luas, penguatan teknologi, dan peningkatan kualitas agen, ERA Graharealty Tbk optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri broker properti di Indonesia.

Tinggalkan Balasan