PPLI Tegaskan Pentingnya Sinergi Antara Pelaku Usaha Logistik Dan Pemerintah Dalam Menghadapi Berbagai Tantangan

Hesti, Ketua umum Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI)


Nusantara Bicara, JAKARTA — Ketua Umum Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia, Ibu Hesti, menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku usaha logistik dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan industri, mulai dari kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL), kenaikan harga BBM, hingga distribusi logistik nasional.


Hal itu disampaikan usai seminar yang diselenggarakan PPLI dalam rangka pameran INAPA 2026 di Jakarta International Expo Kemayoran, Kamis (21/5/2026).
Hesti menjelaskan, PPLI merupakan organisasi yang menaungi pelaku logistik dari berbagai sektor di Indonesia. Saat ini, PPLI memiliki sekitar 650 anggota yang tersebar di 13 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).


“PPLI itu adalah Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia, di mana anggota kita sekarang kurang lebih sekitar 650 di seluruh Indonesia dan sudah ada 13 DPW,” ujarnya.
Menurutnya, struktur organisasi PPLI juga telah mencakup berbagai bidang logistik seperti transportasi darat, laut, udara, ekspor-impor, hingga pergudangan dan depo logistik.


Ia mengatakan, PPLI aktif menjalin koordinasi dengan sedikitnya tujuh kementerian terkait. Setiap ada regulasi baru di sektor logistik, asosiasi biasanya dilibatkan untuk sosialisasi maupun pembahasan sebelum kebijakan diterapkan.
Salah satu isu utama yang kini menjadi perhatian adalah penerapan kebijakan ODOL pada 2027 sesuai arahan Presiden, serta dampak kenaikan dan kelangkaan BBM terhadap operasional logistik nasional.
“Permasalahan BBM dan kenaikan BBM itu yang menjadi faktor paling berat dan utama bagi pelaku logistik saat ini,” kata Hesti.
Namun demikian, ia menyebut pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha logistik untuk pembelian unit kendaraan baru dengan bunga sekitar 5 persen.
“Itu menjadi angin segar di tengah kepanikan regulasi yang sekarang ini ada,” tambahnya.


Hesti mengakui kondisi industri logistik saat ini cukup menantang, namun para pelaku usaha dinilai sudah lebih siap menghadapi tekanan karena pernah melewati masa sulit seperti pandemi Covid-19.


Menurutnya, keberadaan asosiasi menjadi sangat penting agar para pengusaha mendapatkan informasi yang valid dan akurat langsung dari kementerian maupun pemerintah.


“Informasi yang paling tepat dan akurat itu bisa didapatkan dari asosiasi dibanding hanya dari media sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hesti menegaskan sektor logistik merupakan salah satu kunci penggerak perekonomian Indonesia, terutama karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang membutuhkan distribusi barang secara cepat dan tepat.


Ia juga menyoroti pentingnya akses distribusi untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Dalam beberapa kasus distribusi ke daerah tertentu, pihaknya harus berkoordinasi dengan kementerian agar mendapat akses pengiriman yang lebih mudah.


“Saya harapkan segala permasalahan dan isu-isu berat yang terjadi ini bisa segera teratasi sehingga tidak menjadi keresahan bagi dunia logistik,” pungkasnya.(p)

Tinggalkan Balasan